KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

UTAMA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:30
Panen BBM dari Limbah Plastik

PROKAL.CO, Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/Dome) bertabur inovasi. Mulai dari teknologi pengubah sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga kendaraan unik ciptaan anak muda Kota Minyak.

SEKILAS tampak tak ada yang menarik dari teknologi ciptaan Fahrizal Bahri. Hanya sebuah tabung reaktor tabung gas 12 kg dan sambungan pipa besi sekitar  satu meter, keran, dan termometer. Namun dari alat yang simpel itu, ternyata bisa menciptakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Teknologi yang diberi nama Reactor Pyrolysis Converter itu memanfaatkan reaksi kimia pembakaran sampah untuk diubah menjadi pengganti bahan bakar fosil.
Proses pengubahan sampah menjadi BBM melalui konverter relatif mudah. Sampah plastik cukup dimasukkan ke dalam tabung reaktor yang kedap udara, kemudian dipanaskan melalui tabung dengan suhu tinggi, sekira 350-800 derajat celcius.
Sampah yang terbakar di tabung kedap udara itu lalu menguap dan menghasilkan gas dan uap air. Gas yang memiliki kandungan minyak dan air itu akan masuk ke dalam pipa besi untuk diubah  menjadi minyak. Dalam proses pembakaran selama beberapa dua jam, 1 Kg sampah plastik dapat diubah menjadi 0,7 – 0,9 liter BBM.
BBM yang dihasilkan sampah plastik yang dibakar pun tidak selalu sama. Seperti sampah plastik berbentuk botol plastik dapat menghasilkan BBM dengan jenis bensin. Sementara sampah plastik dengan jenis kantong plastik yang biasa digunakan untuk berbelanja, maka akan menghasilkan BBM jenis solar. “Kalau dicampur keduanya maka jadi minyak tanah,” kata pria kelahiran Balikpapan, 13 April 1983 itu.
Teknologi ciptaan alumnus Politeknik Negeri Balikpapan ini masih dibuat skala kecil dan masih membutuhkan riset dan pengembangan. Konverter yang ditampilkan Rizal dalam Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Kaltim pekan lalu ini, merupakan versi ke-empat, setelah dilakukan beberapa penyempurnaan.
Biaya yang dibutuhkannya untuk menciptkan alat konverter sampah menjadi BBM itu relatif kecil. Hanya Rp 3-4 juta. Melalui riset dan pengembangan yang mendalam, tidak menutup kemungkinan teknologi ciptaan mekanik di PT Komatsu Remanufacturing Asia itu dapat menjadi solusi penanganan sampah di Kota Minyak. Pasalnya dengan bertambahnya volume sampah di Balikpapan setiap harinya, yakni sekira 400 ton per hari. 20 persen atau sekira 80 ton merupakan sampah plastik. Dan 1 kg sampah jika dipirolisis menghasilkan 0,9 liter BBM. Maka dengan konverter tersebut sampah 80 ton yang awalnya tidak memiliki nilai ekonomis, dapat menghasilkan 72 ribu liter BBM setiap harinya.
Lain lagi dengan teknologi ciptaan Suyud. Pria berambut pendek ini menciptakan alat yang menggabungkan fungsi air conditioner (AC) sebagai pendingin ruangan dengan water heater yang merupakan pemanas air. Teknologi yang diberi nama Massuy ini diklaim sebagai teknologi ramah lingkungan karena hemat listrik.
Mengapa demikian? Karena menurut Suyud yang juga berprofesi sebagai Teknis AC, jika menggunakan AC 1/2 PK (PK (Paard Kracht), ukuran yang dipakai untuk menyatakan besaran atau kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan) daya listrik yang digunakan  adalah 350 watt dan water heater 350 watt, maka akan menghabiskan daya listrik sebesar 700 watt. Dengan teknologi Massuy ini, konsumsi listrik dapat diminimalisir hanya sebesar 350 watt. “Jadi AC bisa bisa multifungsi. Sebagai pendingin ruangan dan pemanas air,” ucapnya.  
Selama ini, banyak masyarakat yang tidak tahu jika kondensor AC yang biasa diletakkan di luar rumah bisa dimanfaatkan sebagai pemanas air. Hal itulah yang dimanfaatkannya melalui serangkaian percobaan sejak tahun 2013. Sebagian uap panas yang berasal dari kondensor AC dialirkan melalui pipa tembaga ke sebuah penampungan air yang terbuat dari lapisan alumunium dan bahan stainless steel. Air yang berada di dalam pipa tersebut akan bercampur dengan udara panas kemudian menghasilkan air panas dengan maksimal suhu 70 derajat celcius. Daya tampung penampungan air yang dipanaskan itu bisa mencapai 20 liter atau bisa digunakan untuk satu keluarga kecil dengan dua anak.  
Teknologi ciptaan Suyud ini pun sudah banyak digunakan di Balikpapan, seperti rumah pribadi, perusahaan, indekos, dan lain-lain yang ingin menghemat biaya pengeluaran listrik. Biaya yang dikeluarkan untuk satu set AC sekaligas pemanas air relatif murah. Hanya Rp 3,5 juta sudah termasuk pemasangan.
Teknologi lainnya berasal dari Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang menciptakan mobil Enggang. Jika dilihat, mobil berwarna merah ini mirip dengan gabungan kendaraan becak dan mobil kejuaraan formula 1. Karena memiliki tiga roda, namun dengan dua roda yang dipasang rendah dan menjorok ke luar pada bagian depannya dan satu roda di belakangnya. Persis dengan becak. Selain itu, pusat kemudi berada di tengah, di mana untuk mengemudikan mobil enggang ini, pengemudi harus duduk lesehan dengan posisi selonjor. mirip dengan kendaraan kejuaraan formula 1.
Mobil kecil yang masih berbentuk prototipe ini memiliki panjang sekira dua meter, dengan lebar satu meter dan tinggi setengah meter. Badan mobil masih berupa kerangka besi, dengan mesin seukuran kaleng kue yang terletak di belakang kemudi. Mobil yang diciptakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Student Automotive Association (SAA) ini pun sudah diujicoba di Kampus ITK. Mobil Enggang mampu berlari dengan kecepatan 50 km/jam.
“Itu bukan kecepatan maksimal, karena kami belum mengetes sampai kecepatan maksimalnya,” ungkap Jordan Ananda Purnomo, penggagas mobil Enggang.
Dengan biaya yang seminimal mungkin, yakni Rp 3-4 juta, mahasiswa semester lima jurusan Program Studi Teknik Mesin ini dan kawan-kawannya pun menciptakan prototipe mobil ramah lingkungan itu. Dia ingin prototipe mobil Enggang generasi pertama itu dapat disempurnakan lagi untuk mengikuti kompetisi mobil irit bahan bakar tingkat internasional, yang rencananya akan diselenggarakan tahun depan.
Jordan berharap agar mobil Enggangnya dapat disempurnakan lagi dengn dukungan dari pihak ITK dan instansi terkait lainnya di Balikpapan. Karena dia ingin mobil yang awalnya dibuat sebagai media pembelajaran, dan menunjukkan bahwa ITK sudah eksis dan tidak ingin kala dengan universitas lain ini, mampu mengharumkan nama kampus dan nama Balikpapan di kancah Nasional bahkan Internasional.
RIKIP AGUSTANI


BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:33

Jagoan Peliharaan Tuan Tambang

Aksi preman di Bumi Etam semakin nekat dan sadis. Jagoan peliharaan perusahaan tambang siap menjadi…

Sabtu, 30 Juli 2016 11:32

Melawan Arogansi Tuan Tambang

PENGHARGAAN Adipura telah diumumkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Supremasi di…

Senin, 25 Juli 2016 10:57

Fulus Hibah Cap Moncong Putih

Dua perkara hibah yang bergulir ke peradilan Tipikor Samarinda mengungkap peran mantan legislator Benua…

Senin, 25 Juli 2016 10:56

Mati Konyol Penumbal Badan

Lintong Tampubolon disebut-sebut sebagai saksi kunci dari perkara rasuah hibah yang menyeret nama Sudarno.…

Senin, 25 Juli 2016 10:52

Pak Awang dan Proyek-Proyeknya

Lumbung uang untuk republik ada di provinsi ini. Ladang minyak dan gas (migas) serta  batu bara…

Senin, 18 Juli 2016 11:10

ASET-ASET TERPELESET

Satu per satu aset Pemkot Balikpapan dikuasai pihak lain. Termasuk fasilitas umum bongkar muat barang…

Senin, 18 Juli 2016 10:56

Kue Lebaran pun dari Negeri Jiran

TAK lengkap rasanya jika berkunjung ke satu daerah, tanpa membawa buah tangan untuk keluarga atau sahabat…

Senin, 18 Juli 2016 10:54

Cap Ilegal Barang Malaysia

IMBAS dari perdagangan bebas di wilayah perbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia, membuat sistem…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:48

Harapan Jalan ke Surga dari Hutan

PEMANDANGAN itu mudah membangkitkan keprihatinan. Perambahan, penebangan liar, kebakaran hutan, dan…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:54

Mengadang Dosen Abal-Abal

Skandal ijazah palsu salah seorang dosen di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin menggema…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .