KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

MASKULIN

Sabtu, 30 Juli 2016 11:26
Jurus Penangkis “Modus”
Erniati

PROKAL.CO, SEDIANYA kampus menggelar ospek dengan tujuan membantu mahasiswa baru menjalani masa transisi dari sekolah ke dunia kuliah. Namun, banyak mahasiswa baru merasa takut menghadapi ospek. Tidak heran, ospek di Tanah Air cenderung dihiasi berbagai aksi plonco. Mulai dari yang ringan seperti aturan berpakaian nyeleneh, hingga plonco berat berupa hukuman fisik jika melakukan kesalahan.

Meski demikian, ospek ternyata bukan hal yang harus ditakuti oleh gadis yang satu ini. Namanya Erniati atau yang akrab disapa Erni. Calon mahasiswa baru di kampus Fisipol Universitas Mulawarman ini ternyata sudah siap diospek. Menurutnya, ketimbang dibayang-bayangi rasa takut disiksa ketika ospek, lebih baik tetaplah berfikir positif karena akan mendapatkan banyak manfaat termasuk banyak teman.

“Mungkin kalau zaman dulu, ospek memang dihadiri oleh kakak tingkat yang galak-galak. Tapi kalau sekarang kan enggak mungkin, karena ospek merupakan pendidikan masa transisi menuju kampus yang baru,” kata Erni.

Bagi gadis kelahiran Malinau 20 September 1996 ini, sistem ospek merupakan wadah paling dinanti. Pasalnya, pada saat memasuki dunia baru, terkadang mahasiswa baru masih tidak punya teman. Dengan ospek, Erni berharap dirinya bisa bertemu dengan banyak orang dan menjadi teman selama kuliah nanti.

“Sebenarnya asyik kok kalau kita mau berani, ospek kan bukan ajang main-main. Tapi ospek adalah tempat untuk kita belajar mengenali hal-hal baru. Kalau aku sih dibawa santai aja, dan aku sangat menikmati yang namanya ospek. Tidak perlu takut,” sebutnya.

Alumnus SMA 5 Samarinda ini memang terbilang supel. Selama masa ospek nanti, yang dia inginkan adalah mencari teman sebanyak-banyaknya. Bahkan targetnya teman yang dia miliki bukan hanya teman di satu fakultas, melainkan dari beberapa fakultas lain yang dipertemukan pada saat ospek universitas. “Ya cari teman jangan hanya yang disekitaran kampus, kan asyik tuh kalau bisa berteman dengan teman-teman baru di lain fakultas. Wawasan kita makin banyak dan pengalaman berbagi cerita pasti mengasyikkan,” ujarnya.

Dalam menghadapi kakak–kakak tingkat pun, Erni meyakini jika tidak perlu ditakuti. Pasalnya, kakak tingkat pasti membantu adik-adik tingkatnya agar bisa cepat berorientasi di kampus. Kalaupun ada yang galak, Erni juga tidak khawatir. Sebab yang namanya galak itu biasa, dan yang penting sudah ada peraturan tidak boleh ada kontak fisik untuk mahasiswa baru yang diospek.

“Kalau ada kakak tingkat yang agak sedikit galak ya dihadapin aja, toh enggak mungkin sampai ada kontak fisik. Lagipula, tujuan mereka mengajarkan yang baik-baik kok. Kalau ada yang menurut kita salah, tetap boleh kita tegur kan,” ujarnya.

Meski nantinya Erni sudah memprediksikan rasa lelah karena segudang kegiatan, namun Erni akan tetap fokus agar bisa mencerna semua informasi yang diberikan selama ospek.  “Jadi, terbuka saja dengan semua perkenalan. Siapa tahu, beberapa di antara teman baru itu akan menjadi teman seumur hidup hehehe,” candanya seraya mengebaskan rambutnya yang hitam.

Erni juga tidak menampik, jika dalam kegiatan MOS ada saja modus-modus kakak tingkat yang mungkin tertarik dengan adik tingkatnya. Bagi Erni itu hal biasa, namun Erni tetap berpegang teguh jika modus pada ospek tidak dibenarkan sama sekali. Kalau nantinya ada yang bakal menggodanya, Erni tetap akan menanggapi dengan santai. Sebab datang ke kampus tujuannya untuk belajar, bukan untuk modus-modusan.

“Sering dengar cerita soal modus-modus gitu, tapi aku sih santai. Kita kan diospek untuk menambah wawasan baru dan mencari teman baru, kalau sampai dimodusin, ya jangan diambil hati. Kalau dikerjain berusaha sabar aja, yang penting semua menyenangkan,” ujarnya.

Bagi Erni, ospek adalah tanggung jawab. Dia tidak mau dalam kegiatan ospeknya nanti diwarnai kesan negatif karena budaya plonco. Dia malah akan membangun kesan positif agar menjadi kenangan indah ketika dia lulus kuliah nanti.

“Ospek harus yang asyik-asyik, jangan sampai jadi kesal sendiri karena tidak bisa membawa diri. Buatku, semua akan baik-baik saja. So… tidak perlu takut menghadapi masa-masa ospek,” katanya lantas tertawa. YOVANDA


BACA JUGA

Sabtu, 26 September 2015 11:16

Cukup Tiga Bulan untuk Bukadri Vision

<p>Sidang kasus hak siar oleh PT Bukadri Vision akhirnya rampung. Hakim menjatuhkan vonis tiga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .