KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

LEADER

Sabtu, 30 Juli 2016 11:02
Adangan Menuju Gubuk Sekolah

PROKAL.CO, CERITA anak-anak Dusun Sambas menantang maut sepulang sekolah menyimpan trauma di benak anak-anak dan masyarakat di dusun itu. Peristiwa yang terjadi beberapa bulan  lalu itu masih cukup melekat di ingatan Arifin dan Hendra, murid kelas 3 di sekolah gubuk Dusun Sambas.

Seperti biasa, sepulang sekolah, mereka  menenteng tas berenang menyeberangi sungai yang membelah dusun.
Anak-anak di dusun itu harus menenteng tas yang berisi buku dan seragam agar tidak basah. Namun saat hendak sampai di seberang Arifin dan Hendra dikejutkan dengan teriakan minta tolong dari Amin.

“Amin  hampir tenggelam karena kehabisan tenaga saat menyeberangi sungai,” kata Hendra. Setelah berhasil menyelamatkan Amin, Arifin menyelamatkan tas Amin. Buku amin pun basah karena tercebur ke sungai itu. Kejadian membuat Amin cukup trauma. Pascakejadian, Amin pun jarang sekolah. Dia memilih ikut orang tuanya ke sawah.

“Kadang-kadang dia (Amin) sekolah, kadang-kadang tidak setelah kejadian itu. Sekolahnya agak macet,” kata Kakek Atah.
Anak-anak di dusun itu terpaksa harus berenang menyeberangi sungai karena satu-satunya jembatan di dusun tersebut runtuh tahun lalu. Namun itu dilakukan anak-anak saat mereka pulang sekolah. “Kalau pagi masih diantar sebelum orang tua berangkat ke sawah. Kalau siang orang tua belum pulang dari sawah, jadi harus berenang. Sekarang pun begitu,” timpal Arifin.

Tidak adanya jembatan di dusun yang terisolasi itu, memang sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat setempat. “Buatkan kami jembatan. Tidak perlu bagus, yang penting bisa dilalui pejalan kaki, karena di dusun ini tidak ada yang punya sepeda apalagi motor,” tambah Kakek Atah.
Harapan masyarakat Dusun Sambas untuk dibangunkan jembatan itu pun mulai dijawab Pemerintah Kabupaten Kapuas.

“Kami masih merancang konstruksi jembatan yang tepat, dan sesuai arahan Pak Bupati itu menjadi salah satu prioritas kami,” kata Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kapuas, Teras ST.
HARTOYO, KUALA KAPUAS



BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:05

Cerita Faridah, Ketika Tamatan SD Menjadi Guru

Faridah seperti kuntum bunga yang segera mekar. Faridah gadis yang cerdas. Usianya baru 15 tahun. Seorang…

Sabtu, 30 Juli 2016 11:02

Adangan Menuju Gubuk Sekolah

CERITA anak-anak Dusun Sambas menantang maut sepulang sekolah menyimpan trauma di benak anak-anak dan…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:45

Sayap Dakwah Ahmad Rosyidi

Dua kali Ramadan telah dijalani Ahmad Rosyidi sebagai anggota DPRD Kaltim. Namun semangatnya untuk terus…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:35

Ibu Zaeni dan Serma Durman

Oleh: Luhut Binsar PandjaitanMenkopolhukamBEBERAPA pekan lalu, razia terhadap warung Ibu Zaeni menjadi…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:34

Jawaban Simpel Pembatalan Perda

JAGAT hukum Indonesia dikisruhkan lagi oleh berita pembatalan atas tidak kurang dari 3.143 peraturan…

Senin, 27 Juni 2016 09:32

15 Tahun Gran Senyiur

DI pengujung jabatan Tjutjup Suparna sebagai Wali Kota Balikpapan, pada suatu waktu kepala daerah berlatar…

Senin, 27 Juni 2016 09:31

Menyelami Kemauan Tenant

ARIES ADRIANTO termasuk tipikal pekerja yang cekatan. Ia juga seorang pekerja yang tak betah duduk di…

Senin, 27 Juni 2016 09:30

Pelajaran dari Petani Semangka

JEMARI tangannya menekan kalkulator pada smartphone-nya. Penjelasan hitung-hitungan meluncur dari mulutnya.…

Senin, 13 Juni 2016 10:12

Pesan Khusus dari Petani Jambu

MANTAN Gubernur Kaltim Suwarna Abdul Fatah tak lagi berdomisi di Kaltim. Namun, gubernur Kaltim dua…

Senin, 13 Juni 2016 10:08

Investasi Politik Anak Muda

 KEBESARAN hati diperlihatkan Sirajudin. Pendamping Heru Bambang pada pilwali Balikpapan 2015 itu…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .