KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

UTAMA

Senin, 25 Juli 2016 10:57
Fulus Hibah Cap Moncong Putih

PROKAL.CO, Dua perkara hibah yang bergulir ke peradilan Tipikor Samarinda mengungkap peran mantan legislator Benua Etam. Tak terima menjadi pesakitan, mereka pun mulai bernyanyi.

Lintong Tampubolon melangkah pelan menuju ruang sidang Said Ali dengan kawalan staf Pidsus Kejari Samarinda. Dua rekannya, Adi Setiawan dan Sintong Sihite mengikuti di belakang dengan tangan terborgol. Sekitar pukul 11 siang itu, 29 Juni 2016 lalu, terpidana dari perkara salah guna hibah di Laskar Pemuda Perjuangan (LPP) PDIP Kaltim dan PAUD Aini-KB tersebut akan menjadi saksi untuk kedua pria yang mengikutinya.

Adi Setiawan ialah terdakwa dalam perkara salah guna hibah di Forum Pejuang Pendidikan Masyarakat (FPPM). Sementara Sintong, menjadi pesakitan di Forum Pemuda Revolusioner Kaltim (FPR- KT). Hibah yang diterima dua organisasi pemuda pada 2011 lalu itu masing-masing bernilai Rp 800 juta.

Sidang untuk Adi bergulir lebih dulu dengan majelis hakim yang dipimpin Deky Velix Wagiju serta dua hakim anggota, Poster Sitorus dan Ukar Pryambodo.

Lintong yang disebut-sebut sebagai makelar dalam kasus ini pun menjadi saksi kunci untuk menguak tabir kucuran hibah tersebut ke legislator di Karang Paci – Sekretariat DPRD Kaltim.

Dalam hibah yang diterima FPPM, Lintong menerangkan, sebelum permohonan yang diajukan itu diterima Biro Sosial Setprov Kaltim dirinya telah mengundurkan diri sebagai bendahara di lembaga yang terbentuk 15 Mei 2010 itu. “Saya hanya membantu hingga pembuatan rekening. Karena saya juga ngurus hibah di organisasi saya (LPP PDIP Kaltim),” ucapnya.

Namun, tak lama selepas hibah Rp800 juta itu dicairkan bertahap dengan kisaran Rp 500 juta, Rp 250 juta dan Rp 50 juta, dirinya diminta Adi untuk mengantarkan titipan kepada Sudarno, mantan anggota DPRD Kaltim 2009-2014 lalu.

“Yang jelas uang dalam kresek hitam cukup besar. Saya tak tahu jumlah pastinya,” akunya. Kapan peristiwa itu terjadi, dirinya pun tak ingat pasti. “Yang jelas Januari 2012 lalu,” lanjutnya.

Menerima titipan tersebut, pria dengan setelan kaos berkerah abu-abu yang dipadu dengan celana krem pudar tersebut mengaku langsung menyerahkan titipan fulus itu ke Sudarno yang kala itu menjabat sebagai ketua Komisi I DPRD Kaltim. “Ini ada titipan dari Wawan,” ucapnya mengenang.

Lintong dan Adi alias Wawan ini sudah saling kenal sejak 2008 silam atau sebelum dirinya menjadi staf pribadi Sudarno. Dalam urusan hibah ini, dirinyalah yang menjembatani Adi dan politisi PDI-P Kaltim itu. “Semua bisa lolos karena ada bantuan Sudarno,” terangnya yang kian mengejutkan pengunjung yang memadati ruang sidang.

Adi sendiri tak sedikit pun menampik keterangan yang dibeberkan Lintong. Penarikan awal sebesar Rp 500 juta tersebut merupakan bagian Sudarno dari kesepakatan yang terbangun. “Itu karena permintaannya (Sudarno). Saya serahkan uang itu sebelum kegiatan dikerjakan,” akunya. Selebihnya, pertanyaan lain majelis hakim bagaimana kesepakatan awal dirinya bersama Sudarno, Adi memilih bisu hingga sidang usai.

Selang beberapa menit, selepas sidang hibah FPPM ini usai, nama Sudarno kembali menggema dalam persidangan Sintong yang digulirkan majelis hakim yang sama.

Lintong Tampubolon pun kembali diplot sebagai saksi kunci oleh duo jaksa penuntut umum, Rosnaeni Ulva dan Dian Anggraeni.
Untuk hibah FPR-KT ini pun serupa, diatur langsung mantan legislator Kaltim itu. Menurut Lintong, pengajuan hibah di beberapa lembaga ini sesuai arahan Sudarno. “Itu (bansos/hibah) sudah beres semua. Urus (proposal hibah) sudah,” tuturnya meniru perkataan Sudarno kala itu.

Dari perintah itu, Lintong pun berangkat menginformasikan kepada Adi dan Sintong agar bergegas membuat proposal pengajuan hibah dengan nominal yang disesuaikan, FPPM sebesar Rp 952 juta dan FPR-KT senilai Rp 817 juta. “Selebihnya saya tak ikut lagi. Karena, ngurus hibah juga di organisasi saya (LPP PDI-P),” akunya.

Pengakuan itu pun langsung ditepis Sintong. Menurut pria berbadan subur itu, Lintong yang membantunya dalam membuat proposal pengajuan hibah hingga proses pencairan. Apalagi, dalam akta notaris dari lembaga yang dibentuk 10 Mei 2010 lalu ini, dirinyalah yang menjabat sebagai bendahara. “Bahkan hingga saya duduk disidang ini dia masih sebagai bendahara majelis,” tegas Sintong.

Pun demikian, Lintong justru kekeuh tak terlibat dan mengaku telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai bendahara, baik di FPR-KT maupun FPPM jauh sebelum hibah itu cair. Jalannya persidangan pun bak berbalas pantun, Sintong pun bersikeras tak pernah ada pengunduran dirinya. “Tak pernah ada surat itu majelis,” ucapnya menimpali keterangan Lintong.

Sintong sendiri mengaku jika hanya mengenal Sudarno sebagai anggota DPRD Kaltim. Dirinya yang masih berstatus mahasiswa universitas ternama di Kaltim serta sering menggelar unjuk rasa menuntut permasalahan sosial di Benua Etam. Dari berbagai demo itu, beberapa orang menemuinya. Salah satunya ialah Lintong Tampubolon. “Mereka tawari saya memimpin organisasi yang dibina Sudarno,” aku pemuda 24 tahun itu.
ROBAYU



BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:33

Jagoan Peliharaan Tuan Tambang

Aksi preman di Bumi Etam semakin nekat dan sadis. Jagoan peliharaan perusahaan tambang siap menjadi…

Sabtu, 30 Juli 2016 11:32

Melawan Arogansi Tuan Tambang

PENGHARGAAN Adipura telah diumumkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Supremasi di…

Sabtu, 30 Juli 2016 11:30

Panen BBM dari Limbah Plastik

Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/Dome)…

Senin, 25 Juli 2016 10:57

Fulus Hibah Cap Moncong Putih

Dua perkara hibah yang bergulir ke peradilan Tipikor Samarinda mengungkap peran mantan legislator Benua…

Senin, 25 Juli 2016 10:56

Mati Konyol Penumbal Badan

Lintong Tampubolon disebut-sebut sebagai saksi kunci dari perkara rasuah hibah yang menyeret nama Sudarno.…

Senin, 25 Juli 2016 10:52

Pak Awang dan Proyek-Proyeknya

Lumbung uang untuk republik ada di provinsi ini. Ladang minyak dan gas (migas) serta  batu bara…

Senin, 18 Juli 2016 11:10

ASET-ASET TERPELESET

Satu per satu aset Pemkot Balikpapan dikuasai pihak lain. Termasuk fasilitas umum bongkar muat barang…

Senin, 18 Juli 2016 10:56

Kue Lebaran pun dari Negeri Jiran

TAK lengkap rasanya jika berkunjung ke satu daerah, tanpa membawa buah tangan untuk keluarga atau sahabat…

Senin, 18 Juli 2016 10:54

Cap Ilegal Barang Malaysia

IMBAS dari perdagangan bebas di wilayah perbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia, membuat sistem…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:48

Harapan Jalan ke Surga dari Hutan

PEMANDANGAN itu mudah membangkitkan keprihatinan. Perambahan, penebangan liar, kebakaran hutan, dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .