KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS
Senin, 25 Juli 2016 10:36
Rumah Baru di Samarinda Seberang
WACANA PEMEKARAN: Wilayah Samarinda Seberang diwacanakan akan menjadi daerah otonom baru.

PROKAL.CO, Dari polemik pemindahan Balaikota Samarinda ke Samarinda Seberang, wacana terlontar dari mulut Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang: Menjadikan Samarinda Seberang sebagai daerah otonom baru (DOB).

AWANG Faroek dan Syaharie Jaang sama-sama tinggal dalam “satu rumah”. Rumah yang mereka tinggali itu nampaknya sudah semakin sumpek dan panas. Mungkin karena hawa panas itu,  gubernur Kaltim dan wali kota Samarinda itu kerap berselisih pendapat. Sebut saja kritik keras Awang Faroek soal penanganan banjir, Taman Samarendah, hingga pemindahan balaikota. Getol dikritik gubernur, namun Jaang bergeming dengan berbagai alasan.

Jaang tak sependapat kantornya harus digusur dan dipindah ke seberang Samarinda. Menanggapinya dengan enteng, ia justru melempar wacana pembentukan daerah otonom baru Kabupaten Samarinda. Rencana telah disiapkan oleh wali kota yang tinggal satu atap dengan gubernur itu. Yakni membentuk tiga kecamatan baru di Samarinda Seberang. Tak perlu waktu lama, Jaang menyebut pemekaran Samarinda Seberang akan dilakukan dalam waktu satu atau dua tahun ini.

“Kalau balaikota dipindah, lalu Samarinda Seberang dimekarkan, nanti Pemkot Samarinda tidak punya balaikota," kata Jaang seraya menyebut Samarinda Seberang bisa menjadi kabupaten baru 10 tahun lagi.

Bak gayung bersambut, wacana Jaang langsung direspons berbagai tokoh masyarakat dan pemuda di Samarinda Seberang. Koordinator Tim Sukses dan Kajian DOB Samarinda Seberang Rusdiansyah Rays mengatakan, warga Samarinda Seberang masih perlu bersabar untuk mewujudkan daerah otonom baru.

Paling tidak, kata dia, diperlukan waktu tujuh tahun untuk bisa melihat kabupaten baru tersebut membentuk organ fisik. Itupun harus dengan perjuangan keras dari tim dalam mengkaji dan membentuk daerah baru. Apalagi, lanjut dia, regulasi pembentukan DOB tidak mudah seperti membalik telapak tangan.

“Kalau sejak dulu wacana pemekaran disuarakan, mungkin sekarang sudah lahir DOB. Sayang, wacana yang muncul selama ini hanya sebagai bahan melempar isu demi kepentingan politik. Jadilah kami-kami yang warga asli Samarinda Seberang harus bekerja sendiri dimulai dari gerakan bawah tanah,” kata Rusdi.

Ditunjuk sebagai koordinator tim sukses, Rusdi mengatakan perjuangan masyarakat Samarinda Seberang  tengah berpolemik. Ada kelompok tertentu yang menunggangi perjuangan mereka dan mengklaim bahwa wacana pemekaran tersebut sudah ada sejak dua dekade sebelumnya oleh para anggota dewan. Namun sepengetahun Rusdi, para pejuang Samarinda Seberang ini adalah masyarakat Samarinda Seberang sendiri.

“Perjuangan DOB tengah menghadapi dualisme tim. Ada yang tiba-tiba uncul seperti pahlawan kesiangan ketika wacana baru dilempar,” sebutnya.

Sementara ini, sambung Rusdi, pihaknya masih fokus menyusun pemenuhan persyaratan-persyaratan pembentukan DOB. Menurut dia, untuk membentuk kabupaten, Samarinda Selatan minimal harus memiliki lima kecamatan. Rusdi menegaskan saat Pilgub Kaltim sudah terbentuk lima kecamatan di Samarinda Seberang.

“Rencananya akan dibentuk lima kecamatan, yakni Kecamatan Samarinda Seberang, Palaran, Palaran ilir, Loa Janan dan Sambutan,” ujarnya.
Pihaknya masih bekerja untuk menyisir wilayah-wilayah teknis, seperti pemetaan, aset, masalah kependudukan dan lain-lain. Tidak hanya itu, timses pemekaran juga sudah bersosialisasi dengan menggelar diskusi dan seminar-seminar yang membahas masalah teknis.

“Kami belum memiliki presidium, tapi kami sudah mengantongi beberapa nama. Masih konsentrasi  menyatukan barisan. Jangan sampai ada dualisme perjuangan di sini,” ujarnya.

Yang menarik, wacana pemekaran DOB Samarinda Selatan  juga pernah menggandeng wilayah Kukar yakni Sangasanga dan Muara Jawa. Rencana itu tentu langsung mendapat penolakan dari Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Sebagai daerah penyangga utama bagi Kukar, Rita tak rela Sanga-sanga dan Muara Jawa terlepas dari Kukar. Terang-terangan Rita menyatakan jika Kukar bergantung dari wilayah pesisir, sehingga tidak ada yang boleh melepaskan diri dari Kukar.

Dari kajian tim sukses pemekaran DOB Samarinda Selatan, Sanga-sanga dan Muara Jawa ternyata pernah menjadi satu kecamatan Samarinda Seberang. Hal itulah yang menjadikan timses DOB Samarinda selatan melirik dua daerah kaya tersebut.

Rusdiansyah masih ingat jika pada 1960 Sanga-sanga dan Muara Jawa tergabung dengan salah satu kecamatan di Samarinda. Waktu itu jumlah kecamatan masih empat. “Ketika dua daerah itu ingin melepaskan diri dari induknya dan bergabung dengan kami, ya wajar saja,” kata Rusdiansyah Rays.

Dijelaskan Rusdi, antara Samarinda Selatan dengan Sanga-sanga dan Muara Jawa adalah daerah-daerah anak tiri yang selalu terzalimi oleh induknya. Oleh karena itu, sangat wajar jika akhirnya harus bersatu dan membentuk daerah sendiri.

“Sudah sering kami bersama pemuda-pemudi Sanga-sanga dan putra-putri Muara Jawa mengadakan diskusi dan pertemuan bersama membahas rencana besar ini. Antara kami dan kedua daerah itu memilih memisahkan diri karena ada alasan yang mendasar. Permintaan itu pun langsung diucapkan oleh masyarakatnya sendiri,” jelasnya.

Meski demikian, Rusdi tidak mau menjelaskan bagaimana kondisi Sanga-sanga dan Muara Jawa karena dia bukanlah warga Kukar. Namun dia sedikit memberi contoh alasan apa yang membuat Samarinda Selatan harus terbentuk.

“Dari dulu sudah kenyang menerima janji kosong di Samarinda Seberang akan menjadi kota satelit. Warga tidak mengerti apa itu kota satelit? Apakah itu kota alien atau kota apa,” jelasnya.

Rusdi menyatakan, ada tiga tuntutan untuk pemerintah setempat. Pertama DOB Samarinda Selatan adalah harga mati. Kedua, segera melakukan kajian pemekaran beberapa kecamatan sebagai syarat pembentukan DOB kabupaten. Ketiga, pembangunan Trans Studio di Samarinda Selatan.

“Ada 200 hektare tanah pemerintah di daerah Palaran yang pas dijadikan pusat pemerintahan. Lokasi pastinya dekat dengan komplek Stadion Palaran. Di sana juga pas dibangunkan Trans Studio. Terbebas dari kemacetan dan luasnya sangat pas,” ujarnya.

Nantinya, kata Rusdi, ketika Sanga-sanga dan Muara Jawa tidak bisa bergabung dengan Samarinda Selatan, baginya tidak masalah. Sebab, jumlah luas wilayah Samarinda Seberang, Palaran hingga Loa Janan Ilir tercatat 247 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk sekitar 212 ribu jiwa.

“Tidak sulit bagi Samarinda Selatan membentuk daerah pemekaran baru. Jumlah wilayah dan jumlah penduduk sudah mencukupi,” ujarnya.
Ia menjelaskan belum ada nama yang pas untuk calon daerah pemekaran baru. Jika nantinya dijadikan kota, maka namanya Kota Samarinda Seberang.

Namun jika nantinya dijadikan kabupaten, maka namanya menjadi Kabupaten Samarinda Selatan atau Kabupaten Samarinda. “Untuk nama masih harus dibicarakan, sebab masing-masing daerah memiliki sejarah masing-masing,” pungkasnya.

YOVANDA




BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:00

Level Waduk Manggar Naik 2 Meter

KABAR baik bagi pelanggan PDAM Balikpapan. Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan menjadi berkah…

Sabtu, 30 Juli 2016 10:53

10 Ribu Rumah untuk Si Miskin

Kendati kondisi keuangan di APBD Provinsi Kaltim sedang defisit, itu tak mengurangi niat Pemprov Kaltim…

Senin, 25 Juli 2016 10:51

Mimpi Transportasi Balikpapan

Kota masa depan idealnya telah memiliki sistem transportasi yang efisien dan mengutamakan mobilitas…

Senin, 25 Juli 2016 10:43

Pulang Kampung dan Tak Kembali

Ratusan perantau kehabisan tiket dan terpaksa menginap di Pelabuhan Semayang.  Sebagian besar dari…

Senin, 25 Juli 2016 10:40

Apresiasi Pegawai Berprestasi

INI kabar baik bagi pegawai atau staf yang memiliki inovasi dan kreativitas. Gubernur Kalimantan Timur…

Senin, 25 Juli 2016 10:36

Rumah Baru di Samarinda Seberang

Dari polemik pemindahan Balaikota Samarinda ke Samarinda Seberang, wacana terlontar dari mulut Wali…

Senin, 25 Juli 2016 10:34

Balada Sampah Kota Tepian

Wajah Kota Tepian di Idulfitri lalu amburadul. Gunungan sampah berserak di pelbagai sudut kota. Bau…

Senin, 18 Juli 2016 10:59

Balikpapan Banjir Pendatang dari Pulau Seberang

Setiap arus balik Lebaran, jumlah warga Balikpapan terus mengalami peningkatan  signifikan. Lebih…

Senin, 18 Juli 2016 10:57

Membedah Agenda Baru Perkotaan

KOTA Surabaya akan menjadi tuan rumah konferensi internasional. Perumahan dan Pembangunan Perkotaan…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:40

Hati-hati Jebakan Batman

SEPERTI yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, Lebaran selalu menjadi momentum tepat bagi setiap produsen…

Rumah Baru di Samarinda Seberang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .