KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS
Senin, 18 Juli 2016 10:59
Balikpapan Banjir Pendatang dari Pulau Seberang

PROKAL.CO, Setiap arus balik Lebaran, jumlah warga Balikpapan terus mengalami peningkatan  signifikan. Lebih banyak yang tidak terdata daripada yang terdata.

SUDAH satu jam Atik menunggu di terminal kedatangan Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Kabut masih menyelimuti Kota Minyak pagi itu. Sopir angkot warna biru yang dia carter pun telah bosan menunggu. Beberapa kali sang sopir menanyakan kepada Atik mengenai kepastian penggunaan jasanya angkutannya.

Maklum, di momen arus balik Lebaran, biasanya penumpang menumpuk di pelabuhan. Namun karena Atik adalah pelanggan tetapnya, pria berkumis tebal itu rela menunggu untuk menjemput keluarga Atik dari seberang pulau.

Tepat pukul 07.30 Wita, Kapal Bukit Siguntang yang berangkat dari Makassar akhirnya tiba di Balikpapan. Setelah melalui perjalanan lebih dari 10 jam, tujuh orang keluarga Atik tiba bersama dengan ribuan penumpang lainnya dari Pulau Sulawesi itu. Lima orang diantaranya adalah sepupunya yang sebelumnya berprofesi sebagai buruh bangunan dan petani di kampungnya, Sinjai. Sedangkan dua lainnya merupakan adik Atik yang kuliah di Balikpapan dan Samarinda. Lebaran tahun ini, adiknya  menghabiskan liburan di kampung halaman.

Lima sepupunya itu sengaja diajak ke Balikpapan untuk mengubah nasib di perantauan. Terlebih lagi desas desus Kaltim sedang menyediakan banyak lowongan karena sedang membangun terdengar di telinga warga kampung tersebut. Buaian "angin surga" itu membuat lima sepupu Atik memilih hijrah ke Balikpapan meninggalkan pekerjaannya di kampung halaman.

Fenomena tersebut terus terjadi setiap tahun. Di mana arus urbanisasi selalu terjadi setiap kali arus balik Lebaran. Bak Multi Level Marketing (MLM), setiap satu orang yang mudik dapat merekrut orang lainnya untuk ikut bersamanya ke tempat dia mencari nafkah. Syaratnya pun cukup mudah. Janji-janji kesuksesan di tanah rantau mampu membuat mata warga kampung silau. Mereka akhirnya ikut hijrah ke perantauan. Tak terkecuali di Balikpapan yang menjadi pintu gerbang Kalimantan. Kota ini menjadi daya tarik para perantau untuk mengadu nasib.

Pemkot Balikpapan sendiri tak dapat mengerem laju urbanisasi. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 yang mengatur administrasi kependudukan, larangan bagi warga luar untuk menetap di Balikpapan tak lagi bisa diberlakukan. Dulu Kota Minyak memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Dalam perda tersebut, jika pendatang tidak memiliki pekerjaan maksimal enam bulan selama tinggal di Balikpapan, maka akan dipulangkan ke daerah asalnya. Dengan uang jaminan tinggal yang sebelumnya disetor kepada Pemkot Balikpapan, pemerintah bisa menyeleksi pendatang yang tidak memiliki kemampuan memadai dan pendidikan cukup, yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Warga pendatang yang tidak memiliki pekerjaan tetap bisa dipulangkan ke daerah asal menggunakan uang jaminan yang sudah dititipkan sejak awal.

Terbitnya peraturan baru kependudukan membuat perda yang pernah berlaku di Balikpapan tak lagi bisa diterapkan. “Jadi setiap warga yang memiliki KTP Indonesia bebas tinggal di  mana saja," ucap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan Chairil Anwar dua pekan lalu.

Dua tahun terakhir ini, jumlah pendatang yang masuk ke Balikpapan saat arus balik Lebaran terus mengalami peningkatan. Pada 2014 saja Disdukcapil Balikpapan mencatat ada sekitar 3 ribu pendatang saat arus balik Lebaran. Meningkat pada 2015 menjadi 3.400 orang, dan pada 2016 diperkirakan kembali terjadi peningkatan antara 3.800 orang hingga 4 ribu orang. Jumlah itu untuk pendatang yang memenuhi syarat untuk mengajukan diri sebagai penduduk Balikpapan. Seperti membawa surat pindah dari daerah asal, memiliki jaminan tempat tinggal di Balikpapan, dan Surat Keterangan Catatatan Kepolisian (SKCK).

Jika ingin bekerja di Balikpapan, surat pindah dari daerah asalnya selanjutnya dilaporkan ke RT dan kelurahan untuk dibuatkan kartu keluarga yang dikeluarkan Disdukcapil.

Sedangkan pendatang yang tidak melapor alias ilegal, tidak terdata dan tak diketahui keberadaannya oleh Disdukcapil. "Bisa lebih banyak dari itu," katanya. Para pendatang yang tak terdaftar ini tidak memiliki pekerjaan, dan ingin mengubah nasib di Balikpapan. Mobilitas pendatang tak terdaftar ini pun relatif tinggi. Selama beberapa waktu mereka akan menetap di Balikpapan. Jika pekerjaan tak kunjung didapat, kota lainnya di provinsi Kaltim akan menjadi pilihan. Sektor pekerjaan yang disasar mayoritas adalah sektor informal, yakni buruh bangunan, penjaga toko, dan pekerjaan informal lainnya.

Disdukcapil terus berkoordinasi dengan Satpol-PP untuk melakukan penertiban terhadap pendatang tak terdaftar ini melalui razia yustisi ke indekos-indekos di Balikpapan. Rumah kos  disinyalir menjadi tempat tinggal pendatang yang tidak terdaftar ini. Namun Satpol-PP pun tidak dapat memberikan sanksi tegas kepada pendatang tak terdaftar tersebut.

“Cuma sanksi administrasi berupa teguran, karena kami tidak bisa memulangkan ke daerah asal mereka,” ucap Kepala Satpol-PP Balikpapan AKBP Freddy Pasaribu.?Walau demikian, pihaknya terus melakukan pengawasan melalui razia yang dilakukan secara kontinyu pada waktu-waktu tertentu. Arus urbanisasi tidak dapat dibendung karena telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan. Selama masih tercatat sebagai penduduk Indonesia, maka orang tersebut dapat tinggal di kota mana saja, termasuk Balikpapan. (RIKIP AGUSTANI)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:00

Level Waduk Manggar Naik 2 Meter

KABAR baik bagi pelanggan PDAM Balikpapan. Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan menjadi berkah…

Sabtu, 30 Juli 2016 10:55

Waswas di Fly Over

FLY OVER alias jalan layang pertama di Kota Samarinda akhirnya beroperasi. Peresmian operasi dilakukan…

Senin, 25 Juli 2016 10:40

Apresiasi Pegawai Berprestasi

INI kabar baik bagi pegawai atau staf yang memiliki inovasi dan kreativitas. Gubernur Kalimantan Timur…

Senin, 18 Juli 2016 10:57

Membedah Agenda Baru Perkotaan

KOTA Surabaya akan menjadi tuan rumah konferensi internasional. Perumahan dan Pembangunan Perkotaan…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:40

Hati-hati Jebakan Batman

SEPERTI yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, Lebaran selalu menjadi momentum tepat bagi setiap produsen…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:39

Rumah Nostalgia di Dahor

NUANSA vintage dirasakan ketika melihat rumah panggung di Jalan Dahor, Balikpapan. Rumah dinas karyawan…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:38

Idulfitri, Disiapkan 1.672 Armada

SEBANYAK 1.672 armada angkutan umum untuk arus mudik lebaran di Kaltim telah dipersiapkan. Jumlah tersebut…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:36

Gubernur Kritik Taman Samarendah, Ini Komentarnya

KEELOKAN atau kecantikan hingga fungsi dari taman kota bernama Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:35

Di Balikpapan, Tinja Warga Dikelola

Di Asia, Indonesia berada di urutan terbawah dalam hal cakupan pelayanan air limbah. Kurang dari 2 persen…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:43

BIC Pemersatu Islam

BALIKPAPAN Islamic Center (BIC) telah resmi digunakan. Namun belum sepenuhnya bisa digunakan oleh masyarakat.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .