KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

UTAMA

Senin, 18 Juli 2016 10:54
Cap Ilegal Barang Malaysia
MENYEBERANG KE MALAYSIA: Seorang warga di perbatasan Kaltara-Malaysia memangggul elpiji yang dibeli dari negara tetangga.

PROKAL.CO, IMBAS dari perdagangan bebas di wilayah perbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia, membuat sistem pengawasan masuknya barang dari luar, makin tidak terkontrol.

Apalagi, masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan fasilitas seperti dermaga rakyat, tanpa melewati pelabuhan-pelabuhan yang dibangun pemerintah. Seperti Pelabuhan Malundung Tarakan, atau Pelabuhan Sungai Nyamuk.

Masalah tersebut hingga kini, jelas Humas Kantor Pengawasan dan Perizinan Bea Cukai (KPPBC) Tarakan Tipe Madya Pabean B, Agus Setyo, tak kunjung terselesaikan. Padahal dari proses perizinan, dermaga milik masyarakat adalah dermaga ilegal jika dimanfaatkan untuk aktivitas bongkar muat barang.

“Tetapi karena kami sangat minim sumber daya manusia (SDM), jadi agak sedikit kewalahan menangani arus barang impor dan ekspor di dermaga-dermaga milik masyarakat yang berpotensi besar terjadi transaksi perdagangan ilegal,” ujarnya.

Agus memaparkan, setidaknya lebih dari 100 dermaga masyarakat yang sering digunakan sebagai tempat masuknya barang ilegal.
Cap ilegal terhadap barang asal Malaysia yang masuk melalui dermaga masyarakat, karena tidak direkomendasikan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), tidak memiliki izin distribusi dan sebagainya.

“Semoga saja (dermaga masyarakat, red.) agar segera dibongkar. Tapi kan itu bukan kewenangan kami. Ada pihak berwenang yang bisa melakukan. Memang beberapa kali hal ini sudah kami audiensikan kepada pemerintah daerah setempat,” akunya.

Mengenai produk-produk Malaysia yang masuk melalui Pelabuhan Malundung Tarakan, selama memiliki izin dan terdapat label BPOM, tidak dikenakan biaya impor. Hanya pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen. “Itupun sudah tercantum dalam undang-undang, dalam hal ini ada label ML dari BPOM. Tapi masih saja yang tidak mau melewati bea cukai untuk kegiatan ekspor dan impornya. Apalagi, di sini ada kebijakan khusus secara lokal yang dibawa penumpang dari Tawau ke Tarakan nilainya tidak lebih Rp 3 juta, tidak masalah (bebas pajak, red.),” tandasnya.
 
Gunakan Berlabel ML

PEREDARAN barang Malaysia di Bumi Batiwakkal, telah bertahun-tahun terjadi. Namun dengan berbagai proses kebijakan politik dan ekonomi, yang dahulu ilegal kini menjadi legal.

Hal itu dirasakan ketika produk makanan olahan dari Malaysia seperti susu, makanan ringan dan cokelat telah memiliki izin khusus dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan label makanan luar (ML).

Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, melalui Kepala Bidang Perdagangan Jaka Siswanta, mengatakan pihaknya hanya melakukan pantauan terkait barang yang tidak layak jual. Seperti tidak memiliki izin BPOM, kadaluwarsa dan kemasan terbuka.

Namun, dalam pelarangan penjualannya, Diskoperindag tidak bisa berbuat banyak. Terlebih Indonesia menjalin perjanjian pasar bebas negara-negara di Asia Tenggara atau sering disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Sejauh ini, barang dari Malaysia yang beredar di Berau, importirnya sudah resmi terdaftar. Dulu memang ada, seperti Apollo tidak memiliki izin BPOM, tapi sekarang sudah. Sekarang kami melakukan pemantauan saja, apakah barang tersebut layak dikonsumsi atau tidak,” kata Jaka saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Terkait proses masuknya barang melalui “jalur tikus” atau dermaga-dermaga tak masyarakat, Diskoperindag juga tidak bisa berbuat banyak. Karena bukan ranah untuk mengambil tindakan. Proses masuknya barang, ujar Jaka, sejatinya telah melewati banyak fase pengecekan. Seperti

Bea Cukai dan pihak keamanan dari militer dan kepolisian. Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tidak memiliki kuasa untuk memberi sanksi pada oknum yang berusaha menyelundupkan barang dagangan ilegal.

“Kalau barang yang masuk melalui kapal-kapal kecil, seharusnya Bea Cukai lebih paham dan berwenang untuk menangkap. Kalau pemerintah tidak bisa. Apalagi produk tersebut masuk melalui laut,” terangnya.

Pun dengan wewenang pajak. Ketika barang masuk melalui pelabuhan-pelabuhan kepabaenan seperti di Tarakan, Kalimantan Utara, berarti telah terkena pajak. Pemkab tidak mendapat apa-apa dari penjualan barang tersebut.

Izin penjualan produk Malaysia oleh pedagang juga tidak menjadi masalah, selama barangnya sudah berlabel ML dari BPOM. Karena barang yang telah mendapat persetujuan dari BPOM, berarti telah legal. “Selama sudah mengurus surat izin tempat usaha (SITU) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP), tidak masalah. Tapi sejauh ini, sudah tidak ditemukan lagi yang ilegal,” tandasnya.

RIO TAUFIQ ADAM | BERAU


 




BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:33

Jagoan Peliharaan Tuan Tambang

Aksi preman di Bumi Etam semakin nekat dan sadis. Jagoan peliharaan perusahaan tambang siap menjadi…

Sabtu, 30 Juli 2016 11:30

Panen BBM dari Limbah Plastik

Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/Dome)…

Senin, 25 Juli 2016 10:57

Fulus Hibah Cap Moncong Putih

Dua perkara hibah yang bergulir ke peradilan Tipikor Samarinda mengungkap peran mantan legislator Benua…

Senin, 25 Juli 2016 10:56

Mati Konyol Penumbal Badan

Lintong Tampubolon disebut-sebut sebagai saksi kunci dari perkara rasuah hibah yang menyeret nama Sudarno.…

Senin, 18 Juli 2016 11:10

ASET-ASET TERPELESET

Satu per satu aset Pemkot Balikpapan dikuasai pihak lain. Termasuk fasilitas umum bongkar muat barang…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:54

Mengadang Dosen Abal-Abal

Skandal ijazah palsu salah seorang dosen di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin menggema…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:52

Kasus Rifqi Kasus Berbahaya

PARA rektor dari perguruan tinggi negeri maupun swasta sepakat untuk memperketat seleksi mahasiswa baru,…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:51

Balada Tukang Ledeng

Bagaimanapun, jabatan baru direksi PDAM Balikpapan diharapkan sebagai air pendorong keran ledeng semakin…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:48

Solusi Mencari Air Baku di Balikpapan, Apa pun Selain Hujan

Meskipun air laut setiap waktu merayap-rayap di bawah sebagian rumah penduduk, sumber air laut yang…

Senin, 27 Juni 2016 10:09

Kerja Kerja Pengawas Tambang

Hutan yang teduh telah menjadi tambang-tambang yang luas. Berubahlah sebutan Kaltim tercinta menjadi…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .