KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

HUKUM

Sabtu, 26 September 2015 11:16
Cukup Tiga Bulan untuk Bukadri Vision
VONIS 3 BULAN: Rachmansyah Kadri, pimpinan Bukadri Vision mendengarkan putusan majelis hakim di PN Balikpapan.

PROKAL.CO, Sidang kasus hak siar oleh PT Bukadri Vision akhirnya rampung. Hakim menjatuhkan vonis tiga bulan penjara, dengan masa percobaan enam bulan.

 

RUANG sidang Chandra terasa penuh, pada Rabu (16/9) pekan lalu. Empat baris kursi di sisi kanan maupun kiri yang disediakan bagi pengunjung yang ingin menyaksikan jalannya persidangan, tampak dipenuhi oleh karyawan dan pendukung PT Bukadri Vision, yang sedari pagi menunggu jalannya persidangan yang dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00 Wita itu.

Dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ridwantoro itu dimulai pada pukul 11.10 Wita, dan sekitar 50 orang karyawan dan pendukung Aman --- sapaan akrab Rachmansyah Kadri --- mengawal jalan persidangan yang dimulai sejak Februari 2015 lalu ini. Aman yang mengenakan kaos polo berwarna coklat dengan setelan celana jins bewarna serupa pun tampak tenang duduk di kursi pesakitan.

Tak ada keraguan di raut wajah pimpinan PT Bukadri Vision itu, sembari putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Ridwantoro, yang didampingi oleh hakim anggota Fredrik Frans Samuel Daniel dan Adeng Abdul Kohar. Secara bergantian, ketiga majelis hakim  tersebut membacakan putusan yang jumlahnya sekira 40 lembar itu. Durasi masing-masing hakim membacakan isi putusan yang menentukan nasib Aman pun sekitar 30 menit.

Tepat saat hakim anggota Adeng Abdul Kohar membacakan putusan, sidang diskorsing sekira 10 menit, karena memasuki waktu Salat Zuhur. Akhirnya sidang kembali dimulai pada pukul 12.30, dan dibuka dengan Ketua Majelis Hakim Ridwantoro yang melanjutkan membaca isi putusan atas dugaan pencurian hak siar yang dilakukan oleh PT Bukadri Vision.

“Terdakwa terbukti bersalah tanpa izin menyiarkan hak siar ekslusif milik MNC Sky Vision,” kata Hakim Ketua Ridwantoro. “Dan menjatuhkan vonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan kepada Rachmansyah Kadri,” sambung dia.

Rachmansyah Kadri hanya bisa tertunduk ketika Ketua Majelis Hakim Ridwantoro membacakan putusan pengadilan tersebut. Dalam putusan yang termuat dalam surat bernomor 75/B/2015/PN.Bpp, Aman terbukti melanggar pasal 72 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2002 mengenai Hak Cipta, di mana PT Bukadri Vision menyiarkan tanpa izin konten eksklusif HBO, HBO Hits, AXN, dan Celestial, yang hak siarnya ada pada MNC Sky Vision.

Namun pada pembacaan putusan tersebut, hakim tidak memerintahkan penahanan terhadap terdakwa karena hukumannya hanya percobaan enam bulan. Selain itu, terdakwa juga dinilai kooperatif selama menjalani persidangan, belum pernah tersandung masalah pidana, memiliki tanggungan keluarga, dan memberikan siaran untuk layanan sosial, semisal di Puskemas dan Kelurahan.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fadjar pun langsung menyatakan banding atas putusan yang diberikan kepada Aman. ”Hari ini (Rabu (16/9)) juga berkasnya kami daftarkan,” kata dia.

Alasan banding yang dilakukan Fadjar lantara dari pertimbangan putusan yang dibacakan majelis, pertimbangan jaksa malah diambil seluruhnya kecuali tuntutan hukuman yang dua tahun penjara dan membayar denda Rp 100 juta. Sedangkan pledoi atau pembelaan penasihat hukum terdakwa ditolak seluruhnya.

Dalam persidangan, tambah Fadjar, jelas sekali bahwa terdakwa melanggar dan tidak memiliki izin untuk mengambil, menyebarluaskan siaran yang dimiliki PT MNC Sky Vision. "Terdakwa tidak dapat membuktikan bahwa ia memiliki izin hitam di atas putih atas penyiaran konten tersebut, sementara PT MNC memilikinya dengan pihak pemilik HBO," ujarnya.

Sementara itu, Alfonso Gultom selaku penasihat hukum terdakwa enggan berkomentar mengenai putusan yang diberikan majelis hakim kepada kliennya.  Aman pun selama sidang dugaan pencurian hak siar ini bergulir Februari silam belum pernah diwawancarai awak media. Usai persidangan dengan dikawal ketat anak buahnya dia segera meninggalkan ruang sidang.

RIKIP AGUSTANI | BALIKPAPAN

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:27

Mengawal Titah Jokowi

Kapasitas Kejaksaan Benua Etam tengah disorot kala Hari Bakti Adhyaksa…

Senin, 18 Juli 2016 10:53

Tipikor Rasa Samarinda

Kinerja Adhyaksa Kota Tepian memberantas korupsi terus dinanti pegiat antirasuah.…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:47

Rasuah KNPI dan Folder Siap Gulir

Penanganan dua kasus korupsi polder Gang Indra dan salah guna…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:46

Siasat untuk Perkara Tunggakan

Langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim mengentaskan korupsi terus dinanti para…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:46

Dua Hibah Satu Makelar

Dua perkara salah guna hibah yang bergulir di Pengadilan Tipikor…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:44

Bau Rasuah Bernilai Gemuk di Jembatan Kembar

TIM khusus Gedung Bundar, sebutan untuk Kantor Kejaksaan Agung, kembali…

Senin, 27 Juni 2016 09:58

Jadi Tersangka, Ketua KNPI Ini Keluarkan Jurus Sakit

LANGKAH Kejaksaan Negeri Samarinda untuk menyilang pendapat dengan saksi kunci…

Senin, 27 Juni 2016 09:56

Kursi Panas Penilep Hibah

DUA perkara penilep hibah garapan Polresta Samarinda bergulir beriringan di…

Senin, 20 Juni 2016 11:01

Gilincir Konsultan di Proyek Rumah

ADHYAKSA Benua Etam kembali memetik satu perkara penyidikannya. Kolaborasi bersama…

Senin, 20 Juni 2016 10:59

Bersiap Mengadu Jasno-Harman

ANGGOTA legislatif  Kota Tepian terjerembab  dalam pusaran korupsi salah guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.