KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS
Sabtu, 09 Juli 2016 19:39
Rumah Nostalgia di Dahor
BUKAN UNTUK DILUPAKAN: Rumah Cagar Budaya di Jalan Dahor Balikpapan.

PROKAL.CO, NUANSA vintage dirasakan ketika melihat rumah panggung di Jalan Dahor, Balikpapan. Rumah dinas karyawan PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) V Balikpapan itu kini difungsikan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Balikpapan. Arsitektur rumah panggung berkonstruksi kayu ulin masih dipertahankan pada rumah di atas lahan sekitar 25 meter x 25 meter ini.

Di dalamnya ada tiga kamar dan satu ruang tamu. Warna kuning dan hijau membuat suasana di dalam rumah tersebut menjadi cerah. Di bagian luar ada sebuah bangunan memanjang yang difungsikan sebagai dapur dan kamar mandi. Di dalam rumah panggung yang bakal dijadikan museum pertama di Kota Minyak itu sedang digelar Pameran Foto bertema Dahor Heritage Balikpapan.

Ada tiga ruangan dengan luas 6 meter x 6 meter digunakan untuk memajang sekitar 62 foto berukurang post card memperlihatkan Balikpapan tempo dulu. Pengunjung dapat dibawa bernostalgia melihat kondisi Kota Minyak di awal berdiri 119 tahun lalu. Potret foto hitam putih kota ini berjejer rapi.

“Sebenarnya ada lebih dari 280 gambar. Karena keterbatasan (dinding) partisi, jadi seperti ini dulu,” ucap Abah dari Komunitas Cinta Balikpapan, Kamis pekan lalu.

Koleksi foto yang dipajang dalam pameran itu menggambarkan kondisi Balikpapan saat mulai berdiri ratusan tahun lampau. Kilang minyak tua hingga lokasi-lokasi yang kini telah berubah tergambar apik dalam foto-foto yang dipajang di dinding partisi. Penggunaan partisi untuk melestarikan rumah berstatus cagar budaya itu. penyelenggara pameran tidak ingin memaku foto di dinding rumah untuk mencegah kerusakan.

Tokoh-tokoh pendiri kota ini pun juga “hadir” di dinding partisi pameran. Seperti penemu sumur Mathilda yang menjadi cikal bakal kota ini, Jacobus Hubertus Manten (1833 - 1920) dan pendiri kongsi dagang bernama De Bataafsche Petroleum Masatshappij (BPM),  Sir Marcus Samuel (1853 - 1927) selaku pemegang izin konsesi penambangan dan pengolahan minyak di Balikpapan tahun itu.

Bahkan Raja Kutai Kartanegara --- saat itu Balikpapan masih menjadi wilayah Kutai ---Sultan Aji Muhammad Sulaiman (1838 - 1899) juga ada dalam pameran itu.
Untuk menampung sisa foto lainnya, pihak PT Pertamina (Persero) telah memesan dinding partisi yang akan digunakan untuk memajang foto lainnya. Diperkirakan dinding partisi itu akan datang pada bulan ini dan langsung digunakan untuk memasang foto-foto sejarah Balikpapan itu.

Selain pameran visual, pihak penyelenggara berencana menggelar kegiatan pemutaran film sejarah Balikpapan di lokasi rumah cagar budaya tesebut.
“Kami masih menunggu layarnya. Nanti kalau sudah datang, pengunjung bisa menyaksikan sendiri sejarah Balikpapan lewat Film,” ungkapnya.

Kegiatan pameran ini sendiri telah berlangsung sejak awal Juni lalu, yang diprakarsai oleh beberapa komunitas sejarah yang ada di Balikpapan bekerjasama dengan  Pertamina. Komunitas itu diantaranya adalah Komunitas Cinta Sejarah, Balikpapan Tempo Dulu, Balikpapan Oil City in Memory (BOCIM), Balikpapan Cinta Sejarah, Komunitas Cinta Balikpapan dan Balikpapan Mengajar. Tujuan digelarnya pameran foto Dahor Heritage Balikpapan yakni untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak muda akan pentingnya mengetahui sejarah kota ini.

Pihak penyelenggara pameran berharap melalui Dahor Heritage Balikpapan ini bakal menjadi cikal bakal museum sejarah pertama di Kota Minyak. pengembangan ke arah tersebut pun tengah dilakukan. terlebih lagi adanya lampu hijau dari pihak PT Pertamina (Persero) dan Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar). Rencananya ada 9 rumah panggung yang akan terintegrasi menjadi satu kawasan museum di sana.

“Jika dirasa sukses di sini (pameran Dahor Heritage Balikpapan), maka kami akan menggunakan rumah panggung lainnya. konsepnya sudah ada, tinggal dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.
Abah mengimbau kepada masyarakat Balikpapan yang memiliki benda-benda memorial mengenai Balikpapan, agar bisa dihibahkan untuk pengembangan museum sejarah pertama di kota ini.

RIKIP AGUSTANI


BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:00

Level Waduk Manggar Naik 2 Meter

KABAR baik bagi pelanggan PDAM Balikpapan. Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan menjadi berkah…

Sabtu, 30 Juli 2016 10:55

Waswas di Fly Over

FLY OVER alias jalan layang pertama di Kota Samarinda akhirnya beroperasi. Peresmian operasi dilakukan…

Senin, 25 Juli 2016 10:40

Apresiasi Pegawai Berprestasi

INI kabar baik bagi pegawai atau staf yang memiliki inovasi dan kreativitas. Gubernur Kalimantan Timur…

Senin, 18 Juli 2016 10:57

Membedah Agenda Baru Perkotaan

KOTA Surabaya akan menjadi tuan rumah konferensi internasional. Perumahan dan Pembangunan Perkotaan…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:40

Hati-hati Jebakan Batman

SEPERTI yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, Lebaran selalu menjadi momentum tepat bagi setiap produsen…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:38

Idulfitri, Disiapkan 1.672 Armada

SEBANYAK 1.672 armada angkutan umum untuk arus mudik lebaran di Kaltim telah dipersiapkan. Jumlah tersebut…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:36

Gubernur Kritik Taman Samarendah, Ini Komentarnya

KEELOKAN atau kecantikan hingga fungsi dari taman kota bernama Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:35

Di Balikpapan, Tinja Warga Dikelola

Di Asia, Indonesia berada di urutan terbawah dalam hal cakupan pelayanan air limbah. Kurang dari 2 persen…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:43

BIC Pemersatu Islam

BALIKPAPAN Islamic Center (BIC) telah resmi digunakan. Namun belum sepenuhnya bisa digunakan oleh masyarakat.…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:41

Gelar Doktor untuk Oemy

DISERTASINYA mengenai Tarian Hudoq Suku Dayak Bahau mengantarkannya menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .