KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS
Sabtu, 09 Juli 2016 19:35
Di Balikpapan, Tinja Warga Dikelola
REZEKI LUMPUR TINJA: Balikpapan menjadi kota model pengelolaan tinja melalui program WSP World Bank.

PROKAL.CO, Di Asia, Indonesia berada di urutan terbawah dalam hal cakupan pelayanan air limbah. Kurang dari 2 persen dari penduduk perkotaan terhubung dengan sistem jaringan air limbah. Antara 60-70 persen penduduk perkotaan menggunakan sistem sanitasi setempat.

THAMRIN sedang berbahagia. Impiannya selama puluhan tahun untuk memiliki rumah akhirnya terwujud. Karyawan di salah satu perusahaan swasta itu baru saja menyelesaikan urusan perjanjian kredit kepemilikan rumah. Rumahnya berukuran mungil. Ia masih harus mencicilnya setiap bulan selama 15 tahun. Tapi dia sangat berbahagia.

“Anggap saja membayar sewa kontrak setiap bulan,” ujar bapak tiga anak asal Malang itu. Dengan sukacita ia melihat-lihat rumah barunya. Setiap sudut ruangan tak lepas dari penyelidikan matanya. Pemborong rumah ikut mendampingi.

“Karena luas tanahnya ngepres, septic tank dibuat di bawah lantai kamar,” kata si pemborong menjelaskan kepada Thamrin. Tak ada komentar balasan dari Thamrin.

Urusan “tempat menabung” memang kurang mendapat perhatian dan dianggap sepele. Ketika bak penampungan lumpur tinja mulai bermasalah dan menimbulkan aroma tak sedap, barulah si empunya rumah memikirkannya. Jasa sedot tinja mulai mendapat perhatian.

Nah, urusan pengelolaan tinja rupanya mendapat perhatian dari World Bank. Melalui  water and sanitation program (WSP), World Bank memilih Kota Balikpapan sebagai model manajemen pengelolaan tinja.

Survei sosial terkait pengelolaan tinja di tingkat rumah tangga lantas dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui kesediaan warga untuk membayar jasa pengurasan tangki secara terjadwal. Juga kepuasan konsumen akan jasa pengurasan lumpur tinja.

Untuk melengkapi survei sosial, survei teknis terhadap sistem sanitasi juga dilakukan. Dari survei teknis ini akan diperoleh gambaran mengenai kondisi sistem air limbah, sehingga dapat didesain program pengelolaan lumpur tinja yang lebih efektif dan efisien.

“Secara keseluruhan, terdapat 190 rumah tangga yang berhasil diwawancarai untuk kedua tipe survei sosial dan 86 rumah tangga yang diobservasi untuk sistem sanitasinya,” kata Yulita Lestiawati, anggota Tim Promosi mewakili unsur NGO.

Dari hasil survei diketahui kesediaan membayar pengurasan terjadwal diperoleh 120 rumah tangga sebagai responden, sedangkan pada survei kepuasan konsumen sebanyak 70 responden bersedia untuk berpartisipasi dalam studi ini.

Temuan studi juga menunjukkan masih terdapat sikap negatif yang dimiliki responden terkait masalah limbah atau kotoran manusia. Sekitar 30 persen responden menyatakan bahwa mereka tidak pernah memikirkan tentang apa yang terjadi pada limbah atau kotoran mereka setelah mereka ke toilet. Dan sekitar 64 persen berpendapat bahwa setelah limbah toilet mengalir di dalam tanah, maka limbah tersebut tidak akan bisa membuat mereka sakit.

Hasil FGD juga memperlihatkan persepsi yang salah tentang tangki septik yang baik, di mana masih terdapat beberapa partisipan yang berpendapat jika tangki septik tidak pernah dikuras, hal ini justru menunjukkan bahwa tangki tersebut berada dalam kondisi yang baik.

Namun demikian, jelas Yulita, dari total keseluruhan responden, terdapat minat yang tinggi di kalangan rumah tangga untuk melakukan pengurasan lumpur tinja secara rutin oleh sekitar 81 persen. Sekitar 54 persen atau separuh dari responden bersedia untuk membayar rutin bulanan sebesar minimal Rp 10 ribu.

“Fakta di atas menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendorong perubahan perilaku msyarakat terhadap sistem sanitasi yang aman dan sehat,” ujarnya.
Melihat fakta hasil survei, Pemkot Balikpapan bekerjasama dengan World Bank–WSP melaksanakan penguatan kapasitas rangka rangka perluasan dan perbaikan layanan lumpur tinja. Salah satunya dengan rencana kampanye dan promosi  layanan lumpur tinja terjadwal (L2T2), maupun tidak terjadwal (L2T3/On call).

Kegiatan promosi dibuka dengan Kick-off workshop pada medio Mei lalu. Melalui program L2T2, Kota Balikpapan  bertekad program ini akan menjadi percontohan di Indonesia. Sikap dan kesadaran warga kota terhadap penyedotan tinja cukup baik, dan sudah ada investor yang akan berinvestasi.

Hasil diskusi workshop, tindakan yang paling penting untuk meningkatkan sanitasi di Kota Balikpapan adalah dengan melakukan sosialisasi, dukungan regulasi, diikuti dengan sarana dan anggaran.

Pada pendanaan dibuat harga yang terjangkau khususnya untuk MBR dan menengah ke bawah. Harga yang terjangkau dan bisa dilakukan dengan mengangsur. Adapula usulan untuk dibuatnya E-Tinja agar diketahui kapan waktunya suatu septic tank untuk disedot.

Tiga wilayah percontohan telah ditetapkan, yakni perumahan kampung di Kelurahan Sepinggan Baru,   perumahan Komplek Perusda, dan perumahan di Kelurahan Gunung Bahagia.

AJID KURNIAWAN




BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:00

Level Waduk Manggar Naik 2 Meter

KABAR baik bagi pelanggan PDAM Balikpapan. Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan menjadi berkah…

Sabtu, 30 Juli 2016 10:53

10 Ribu Rumah untuk Si Miskin

Kendati kondisi keuangan di APBD Provinsi Kaltim sedang defisit, itu tak mengurangi niat Pemprov Kaltim…

Senin, 25 Juli 2016 10:51

Mimpi Transportasi Balikpapan

Kota masa depan idealnya telah memiliki sistem transportasi yang efisien dan mengutamakan mobilitas…

Senin, 25 Juli 2016 10:43

Pulang Kampung dan Tak Kembali

Ratusan perantau kehabisan tiket dan terpaksa menginap di Pelabuhan Semayang.  Sebagian besar dari…

Senin, 25 Juli 2016 10:40

Apresiasi Pegawai Berprestasi

INI kabar baik bagi pegawai atau staf yang memiliki inovasi dan kreativitas. Gubernur Kalimantan Timur…

Senin, 25 Juli 2016 10:36

Rumah Baru di Samarinda Seberang

Dari polemik pemindahan Balaikota Samarinda ke Samarinda Seberang, wacana terlontar dari mulut Wali…

Senin, 25 Juli 2016 10:34

Balada Sampah Kota Tepian

Wajah Kota Tepian di Idulfitri lalu amburadul. Gunungan sampah berserak di pelbagai sudut kota. Bau…

Senin, 18 Juli 2016 10:59

Balikpapan Banjir Pendatang dari Pulau Seberang

Setiap arus balik Lebaran, jumlah warga Balikpapan terus mengalami peningkatan  signifikan. Lebih…

Senin, 18 Juli 2016 10:57

Membedah Agenda Baru Perkotaan

KOTA Surabaya akan menjadi tuan rumah konferensi internasional. Perumahan dan Pembangunan Perkotaan…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:40

Hati-hati Jebakan Batman

SEPERTI yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, Lebaran selalu menjadi momentum tepat bagi setiap produsen…

Di Balikpapan, Tinja Warga Dikelola
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .