KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

UTAMA

Sabtu, 02 Juli 2016 19:54
Mengadang Dosen Abal-Abal
ILUSTRASI

PROKAL.CO, Skandal ijazah palsu salah seorang dosen di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin menggema hingga Kaltim. Sistem verifikasi universitas merekrut tenaga pengajar pun dipertanyakan. Lalu, bagaimana dengan Kaltim?

KEHADIRAN Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) 4 Juli 2014 lalu memberi warna baru perguruan tinggi di Benua Etam. Keberadaannya, tak ayal memberikan pilihan baru bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Di umur belia itu, merekrut tenaga pengajar yang mumpuni tentu menjadi langkah dasar untuk mengawal eksistensinya menelurkan sarjana muda di Kaltim. Rabu pekan lalu, karena perkuliahan memasuki masa libur Kaltim Weekly pun menyambangi Rektor UNU Kaltim, Farid Wadjdy di kediamannya, Jalan Langsat Gn Kelua, Samarinda Ulu.

Di ruang tamu kediamannya, mantan Wakil Gubernur periode 2008-2013 ini pun menerangkan, meski perguruan tinggi swasta yang dipimpinnya masih sangat baru, pola rekrutmen tenaga pengajar di perguruan tinggi yang dipimpinnya telah memenuhi standar yang ditetapkan Dikti dan Koordinasi perguruan tinggi swasta (Kopertis) XI wilayah Kalimantan. Semisal, syarat umum menjadi dosen haruslah berstrata II (magister) dengan gelar linear keilmuan yang dipilih.

“Sementara untuk lulusan luar negeri haruslah mengikuti penyetaraan ijazah di kementerian. Kami (UNU Kaltim) pun berintegrasi dengan 101 UNU lainnya di Indonesia untuk menyeleksi tenaga pengajar kami,” paparnya.

Seleksi yang dimaksud pria 62 tahun ini ialah verifikasi aktif UNU Kaltim ke universitas yang menerbitkan ijazah baik dalam maupun luar negeri. Tak hanya itu, verifikasi keabsahan data individu di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan dikti) serta Kopertis XI wilayah Kalimantan yang bermarkas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pun aktif dilakukan.

Kini, universitas yang berada di jalan Harun Nafsi, Loa Janan Ilir itu telah memiliki 56 tenaga pengajar yang tersebar dalam 10 program studi yang ada.
Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya telah diangkat sebagai dosen tetap. Mayoritas dosen yang dimiliki pun nyatanya ialah hasil dari program beasiswa yang dicanangkan Pemerintah Kaltim 2011 lalu.

Kala itu, saat dirinya masih menjabat Wakil Gubernur Kaltim, ia sempat melepas 60 mahasiswa pascasarjana yang menerima beasiswa tersebut di beberapa Universitas ternama Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung. Tiga tahun berselang, beberapa di antara penerima beasiswa itu menemuinya kembali dan melamar sebagai dosen.

“Dulu ‘kan bapak yang melepas kami saat penerimaan beasiswa S2,” kenang Farid sembari menirukan ucapan beberapa mahasiswa pascasarjana yang kini menjadi dosen di UNU Kaltim.

Lebih lanjut, diakui Farid, saat ini UNU Kaltim masih mengejar akreditas di Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tapi, untuk urusan merekrut calon tenaga pengajar atau peningkatkan status menjadi dosen tetap tentu UNU memiliki standar tersendiri selain syarat dan prasyarat yang ditetapkan Ditjen Dikti.
“Kontrol aktifnya lebih kepada penyetaraan ijasah dan tri darma perguruan tinggi. Selain itu juga tentu melihat sumbangsih mereka dalam dunia pendidikan seperti penelitian dan sebagainya,” aku pria kelahiran Samarinda, 15 Maret 1954 ini.

Pengajar yang dimiliki pun tak hanya lulusan Universitas ternama di Indonesia. Adapula, lulusan universitas dari negeri jiran, Malaysia. “Selain itu, ada Sunarto Sastrowardojo yang lulusan Curtis University Australia,” imbuhnya.

Mantan komisioner KPU Balikpapan itu memang sempat menjadi dosen tidak tetap di awal berdirinya UNU Kaltim. Namun, pekerjaan dosen tersebut hanya diembannya selama setahun lantaran internal UNU menilai pekerjaannya akan terbentur dengan kegiatan di komisi penyelenggara pemilu tersebut. “Semula dia sempat mengajar di program studi desain interior selama 2 semester. Karena terpilih jadi komisioner, internal tak mau kerjanya terbengkalai dan meminta fokus di KPU Balikpapan,” akunya.
Saat Sunarto melamar sebagai dosen pun diakui Farid UNU langsung berkoordinasi dengan perguruan tinggi Nadhlatul Ulama lainnya. Memeriksa keabsahan ijazahnya melalui Atase Kedutaan Besar RI di Australia pun menjadi salah satu verifikasi yang dilakukan saat itu. “Semua lengkap maka kami terima sebagai dosen waktu itu,” pungkasnya.

***
Sunarto memanggul alat pemotong rumput berwarna oranye. Dia baru selesai merapikan rumput di pekarangan rumahnya. Kamis siang pekan lalu, mengenakan setelan kaos lengan panjang bergaris warna abu-abu dan celana pendek biru bermotif bunga, pria bernama lengkap Sunarto Sastrowardojo itu berbincang dengan Kaltim Weekly.

Tak banyak furnitur di ruang tamu yang luasnya sekira 3x4 meter itu. Hanya ada kursi dan meja tamu. Foto-foto keluarga pun tak banyak terpasang di dinding triplek ruangan itu. Hanya beberapa foto wisuda anaknya setelah lulus dari  Universitas Paramadina, Jakarta. Tak ada foto terkait dengan kegiatan wisuda diri Sunarto di dinding ruang tamu. Padahal pria berkumis itu merupakan penyandang gelar doktor dari universitas ternama di luar negeri. "Buat apa (dipasang)," akunya.

Dalam beberapa kesempatan, Sunarto mengaku merupakan lulusan magister dari Universitas Kristen Petra dan doktoral Universitas Curtis, Australia. Namun dia menolak untuk diwawancarai mengenai hal itu. Sunarto mengaku saat ini masih menganggur. Tidak juga sibuk dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan. Alasan dia menganggur karena proses perkuliahan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim di Samarinda saat ini sedang libur.

Dia mengajar mata kuliah pada program studi desain interior UNU Kaltim sejak 2014. Dalam kesempatan wawancara usai dia diberhentikan secara tidak hormat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada akhir tahun lalu, Sunarto mengaku sudah menjadi dosen di sana sebelum menjadi komisioner KPU Balikpapan.
Namun karena kesibukannya di KPU, jam mengajarnya terbengkalai. Dari keharusan mengajar 5-6 kali dalam seminggu, dia hanya bisa mengajar satu kali dalam seminggu.

Tugas mengajar mata kuliahnya pun diserahkan kepada asistennya. Sunarto juga masih belum mendapat informasi kapan pelaksanaan perkuliahan semester ganjil bakal dimulai. Apakah bulan Agustus atau September mendatang. "Belum tahu. Masih sibuk nganggur aja," ujarnya singkat.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:33

Jagoan Peliharaan Tuan Tambang

Aksi preman di Bumi Etam semakin nekat dan sadis. Jagoan peliharaan perusahaan tambang siap menjadi…

Sabtu, 30 Juli 2016 11:30

Panen BBM dari Limbah Plastik

Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/Dome)…

Senin, 25 Juli 2016 10:57

Fulus Hibah Cap Moncong Putih

Dua perkara hibah yang bergulir ke peradilan Tipikor Samarinda mengungkap peran mantan legislator Benua…

Senin, 25 Juli 2016 10:56

Mati Konyol Penumbal Badan

Lintong Tampubolon disebut-sebut sebagai saksi kunci dari perkara rasuah hibah yang menyeret nama Sudarno.…

Senin, 18 Juli 2016 11:10

ASET-ASET TERPELESET

Satu per satu aset Pemkot Balikpapan dikuasai pihak lain. Termasuk fasilitas umum bongkar muat barang…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:48

Harapan Jalan ke Surga dari Hutan

PEMANDANGAN itu mudah membangkitkan keprihatinan. Perambahan, penebangan liar, kebakaran hutan, dan…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:52

Kasus Rifqi Kasus Berbahaya

PARA rektor dari perguruan tinggi negeri maupun swasta sepakat untuk memperketat seleksi mahasiswa baru,…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:51

Balada Tukang Ledeng

Bagaimanapun, jabatan baru direksi PDAM Balikpapan diharapkan sebagai air pendorong keran ledeng semakin…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:48

Solusi Mencari Air Baku di Balikpapan, Apa pun Selain Hujan

Meskipun air laut setiap waktu merayap-rayap di bawah sebagian rumah penduduk, sumber air laut yang…

Senin, 27 Juni 2016 10:09

Kerja Kerja Pengawas Tambang

Hutan yang teduh telah menjadi tambang-tambang yang luas. Berubahlah sebutan Kaltim tercinta menjadi…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .