KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

UTAMA

Sabtu, 02 Juli 2016 19:51
Balada Tukang Ledeng

PROKAL.CO, Bagaimanapun, jabatan baru direksi PDAM Balikpapan diharapkan sebagai air pendorong keran ledeng semakin lancar. Tersebut lah nama Haidir Effendi sebagai tokoh utama tukang ledeng.

SYAHDAN, kata cerdik-pintar, dalam beberapa puluh tahun lagi air di atas bumi ini akan habis. Tetapi Kota Balikpapan sekarang ini belum menjadi gurun pasir. Sebab di sini masih ada waduk dan sumber-sumber air lainnya.

Meskipun begitu, kegelisahan 748.207 penduduk  Kota Balikpapan tidak ubahnya seperti orang-orang di Gurun Sahara. Kelakuan warganya sudah saling menyerupai, memanfaatkan segala sumber yang dapat meneteskan air.

Ya, di Kota Balikpapan, krisis air bukan lagi sebuah pertanda, tapi sudah terjadi puluhan tahun. Seringkali pipa ledeng yang menyedot air dari waduk alirannya hanya menyembur pada jam-jam tertentu. Nasib penduduk yang tinggal di perbukitan lebih mengenaskan lagi. Keran ledeng di rumah-rumah penduduk hanya mendesiskan angin.
Tetapi selebihnya lagi, bagi penduduk yang mampu, mereka harus merogoh isi kantong lebih dalam untuk setandon air. Membelinya dari penjual air dan mengantarkannya sampai ke rumah. Harga setandon air berkapasitas 1200 liter dijual Rp80 ribu hingga Rp100 ribu.

Beruntunglah ketika Sang Maha Kuasa mencurahkan air dari langit. Di saat hujan begini, semua sarana dengan nama drum atau ember dikerahkan untuk menampung air hujan. Sementara beberapa bulan  terakhir ini sejumlah daerah dilanda banjir, Kota Balikpapan tetap saja krisis air.

Hujan yang mengguyur hanya menaikkan sedikit level muka air waduk. Maka pemberitahuan  mengenai turun-naik level waduk semakin sering disampaikan.  Informasi yang selalu disertai imbauan, doa dan harapan: tampunglah air, gunakan sehemat mungkin, mari berdoa agar hujan tercurah dari langit.

Bagaimanapun, jabatan baru direksi PDAM Balikpapan diharapkan sebagai air pendorong keran ledeng semakin lancar. Tersebut lah nama Haidir Effendi sebagai tokoh utama tukang ledeng. Ia seolah menjadi “terdakwa” atas segala persoalan krisis air yang melanda kota ini. Bukan berlatar belakang teknis, pucuk pimpinan PDAM Tirta Manggar Balikpapan itu sempat diragukan kemampuannya.

Berbagai alasan dikemukakan mengapa pilihan dijatuhkan padanya. Meskipun berlatar belakang non-teknis, Haidir dipandang memiliki visi dan rencana strategis yang cukup baik. “Beliau memahami urgensi persoalan-persoalan di PDAM,” kata Sugito, anggota Dewan Pengawas PDAM Balikpapan.
Resmi dilantik pada 3 Maret 2015, Haidir bersama dua direksi lain yakni Direktur Umum Gazali Rahman dan Direktur Teknik Anang Fadliansyah telah menakhodai PDAM Balikpapan selama 1 tahun 3 bulan.

Merespons permintaan Wali Kota Rizal Effendi saat pelantikan, selama empat tahun ke depan PDAM di bawah nakhoda Haidir Effendi menfokuskan pada peningkatan kualitas, kuantitas, rutinitas, dan keterjangkauan distribusi. Program prioritas lain pun terlontar. Yakni mengembangkan air baku dan peningkatan kapasitas, peningkatan cakupan pelayanan dan jumlah pelanggan, penurunan kehilangan air, hingga pengembangan sambungan baru.

Satu tahun berjalan setelah direksi baru PDAM bekerja, Haidir harus mengakui perhitungan-perhitungan yang telah dilakukan setahun lalu banyak yang meleset. Di luar perhitungan, terjadinya anomali cuaca membuyarkan sejumlah program yang telah disusun.

“Dalam kondisi level muka air Waduk Manggar di bawah normal, maka kualitas dan kuantitas bahan baku mengalami penurunan. Dampaknya, program peningkatan kualitas, kuantitas, rutinitas, dan keterjangkauan distribusi menjadi terkendala. Ini di luar perkiraan,” ujarnya kepada Kaltim Weekly.
Haidir menjelaskan, Waduk Manggar yang bersifat tadah hujan memiliki karakter yang unik. Topografi Kota Balikpapan yang berbukit-bukit menyebabkan limpasan air permukaan tak banyak yang mengalir hingga ke waduk melalui DAS dan sub DAS-nya. “Limpasan air permukaan lebih banyak yang mengalir ke laut,” ujarnya.

Berbicara mengenai kemungkinan tidak berfungsinya inlet dan outlet sub DAS Manggar, menurutnya penanganan DAS dan sub DAS Manggar menjadi kewenangan institusi lain. Pun pengelolaan Waduk Manggar itu sendiri. “PDAM hanya sebagai pengguna. Segala hal yang bersifat teknis menyangkut pengelolaan Waduk Manggar dan sub DAS-nya bukan menjadi domain PDAM. Inilah persoalannya,” jelasnya.

Haidir dan timnya menyatakan telah melakukan sejumlah gerakan pada setahun kepemimpinannya. Di tengah kondisi defisit air baku, evaluasi dan monitoring untuk menekan tingkat kebocoran gencar dilakukan. Hasilnya, PDAM mengklaim sudah di bawah 20 persen. Angka itu lebih baik dibanding awal tahun lalu sebesar 24 persen.

Penekanan kehilangan air juga dilakukan melalui penggantian meteran per 4 tahun atau sekitar 2.000 meter kubik, pemasangan alat ukur untuk pemantauan tekanan jaringan pipa, serta audit pelanggan, yaitu pembentukan zona studi jaringan dan survei pelanggan pemakaian 0 meter kubik.
Target sambungan rumah (SR) baru sebanyak 3.000 SR di tahun 2016 juga menjadi komitmen hingga akhir tahun. “Apabila cuaca kembali normal, pemasangan sambungan rumah baru akan kami genjot,” ucapnya.

Di ruang kerjanya didampingi Direktur Umum Gazali Rahman dan Kabag Humas Sumarni, Haidir bercerita tentang program jangka pendek penanganan krisis air melalui pembuatan sumur air dalam. Mafhum diketahui, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh sempat berang dan mendesak agar PDAM memenuhi komitmennya membuat sumur air dalam.

Soal itu, Haidir menjelaskan banyak aspek yang harus menjadi perhatian sebelum sumur air dalam dibuat. Utamanya menyangkut debit air dan kualitas air yang harus memenuhi standar baku. Dari lima lokasi lahan pembuatan sumur air dalam, hanya satu lokasi yang memiliki sumber air cukup.
“Biaya operasional sumur air dalam juga sangat tinggi. Satu hal lagi, pembuatan sumur air dalam sebenarnya tidak direkomendasikan dalam penanganan krisis air,” ujarnya.

Untuk membuat satu sumur dalam setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar. Biaya tersebut belum termasuk biaya pengadaan peralatan dan pembebasan lahan.
"Konstruksinya saja berkisar antara Rp850 juta hingga Rp2 miliar. Biaya itu di luar pembebasan lahan," ujarnya.

Gazali menambahkan, persoalan utama yang dihadapi PDAM saat ini adalah keterbatasan air baku. Rencana bisnis yang telah dibuat dalam upaya penambahan keterjangkauan yang ditargetkan mencapai 100 persen pada 2019 sangat bergantung pada progres pembangunan sumber-sumber baru air baku.
“Banyak pihak pengembang properti yang bersedia menyiapkan jaringan distribusi asalkan PDAM bisa masuk. Tapi, persoalannya itu tadi, sumber bahan bakunya masih defisit,” paparnya.

Anggota Dewan Pengawas PDAM Sugito membenarkan rencana bisnis yang telah dibuat oleh manajemen PDAM saling terkait dengan program kerja institusi lainnya. Hal ini tidak terlepas dari adanya penyertaan modal yang digulirkan melalui APBD.

“Business plan PDAM bersinggungan dengan program di Bappeda, Bagian Ekonomi, Dinas PU Provinsi dan Kota, hingga Kementerian PU,” ujarnya.
Beruntung, angin laut telah membisikan kabar berita tentang rencana-rencana pemerintah daerah untuk menanggulangi krisis air bersih. Sejumlah solusi mengatasi krisis air di Balikpapan sudah banyak disiapkan.

Pemprov Kaltim sampai pemerintah pusat juga ikut mencarikan jalan keluar masalah klasik di Kota Minyak ini. Seperti program pembangunan bendungan yang didanai APBN. Ada dua proyek sedang berprogres. Waduk Teritip oleh pusat dan Bendungan Sungai Wain dari pemprov. Sayang, kedua proyek memiliki adangan yang sama, yakni lahan.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:33

Jagoan Peliharaan Tuan Tambang

Aksi preman di Bumi Etam semakin nekat dan sadis. Jagoan peliharaan perusahaan tambang siap menjadi…

Sabtu, 30 Juli 2016 11:32

Melawan Arogansi Tuan Tambang

PENGHARGAAN Adipura telah diumumkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Supremasi di…

Sabtu, 30 Juli 2016 11:30

Panen BBM dari Limbah Plastik

Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/Dome)…

Senin, 25 Juli 2016 10:57

Fulus Hibah Cap Moncong Putih

Dua perkara hibah yang bergulir ke peradilan Tipikor Samarinda mengungkap peran mantan legislator Benua…

Senin, 25 Juli 2016 10:56

Mati Konyol Penumbal Badan

Lintong Tampubolon disebut-sebut sebagai saksi kunci dari perkara rasuah hibah yang menyeret nama Sudarno.…

Senin, 25 Juli 2016 10:52

Pak Awang dan Proyek-Proyeknya

Lumbung uang untuk republik ada di provinsi ini. Ladang minyak dan gas (migas) serta  batu bara…

Senin, 18 Juli 2016 11:10

ASET-ASET TERPELESET

Satu per satu aset Pemkot Balikpapan dikuasai pihak lain. Termasuk fasilitas umum bongkar muat barang…

Senin, 18 Juli 2016 10:56

Kue Lebaran pun dari Negeri Jiran

TAK lengkap rasanya jika berkunjung ke satu daerah, tanpa membawa buah tangan untuk keluarga atau sahabat…

Senin, 18 Juli 2016 10:54

Cap Ilegal Barang Malaysia

IMBAS dari perdagangan bebas di wilayah perbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia, membuat sistem…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:48

Harapan Jalan ke Surga dari Hutan

PEMANDANGAN itu mudah membangkitkan keprihatinan. Perambahan, penebangan liar, kebakaran hutan, dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .