KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

HUKUM

Sabtu, 02 Juli 2016 19:44
Bau Rasuah Bernilai Gemuk di Jembatan Kembar
DIOBOK KEJAGUNG: Dugaan korupsi pembangunan Jembatan Mahakam IV atau dikenal jembatan kembar diulik oleh Kejaksaan Agung.

PROKAL.CO, TIM khusus Gedung Bundar, sebutan untuk Kantor Kejaksaan Agung, kembali hadir di Kota Tepian. Rasuah baru bernilai gemuk pun kembali diuliknya. Sebelumnya, 26 April 2016 lalu, satuan tugas khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) Kejaksaan Agung datang ke Samarinda untuk memeriksa dugaan salah guna hibah Porprov 2014 senilai Rp 64 miliar.

Saat itu, petinggi KONI Samarinda beserta 14 orang lainnya termasuk Arna Effendi, pelapor perkara tersebut diperiksa perihal alokasi anggaran pesta olahraga empat tahunan di Benua Etam tersebut. Selang dua bulan, tim ini kembali menggunakan aula Kejaksaan Negeri Samarinda untuk memintai keterangan 10 orang yang diperiksa sejak 21 Juni pekan lalu. Perkara yang kembali membuat tim khusus ini kembali hadir bukan perkara yang sama dengan penyelidikan terdahulu. Kali ini, 6 orang jaksa khusus itu mengulik dugaan korupsi dalam pembangunan Jembatan Mahakam IV alias Jembatan Kembar.

Kebutuhan awal, untuk membangun jembatan itu ditaksir menelan anggaran Rp 639,71 miliar. Kini telah turun Rp 174,92 miliar menjadi Rp 464,79 miliar, selepas detail engineering design (DED) paket kegiatan yang disusun pada 2012 itu di-review (tinjau ulang). Namun, nominal tersebut di luar item pembangunan fender alias pelindung pilar jembatan senilai Rp 88 miliar.

Di samping itu, bentang tengah masih memerlukan Rp 253 miliar. Namun, belakangan dari jumlah tersebut Dinas PU Kaltim melelang Rp 74,69 miliar yang teralokasi dalam APBD 2015. Dengan begitu, bentang tengah tinggal membutuhkan Rp 178,31 miliar. Bila ditotal, Jembatan Kembar hingga rampung masih memerlukan 731,1 miliar.

Diketahui, 2014 lalu, Pembangunan Jembatan ini dikerjakan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda. Pemkot Samarinda sendiri kebagian tugas untuk membebaskan jalan pendekat di sisi Samarinda Seberang. Sisanya, diambil langsung Pemprov.

Pada  tahap I atau pemancangan tiang, proyek dengan kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) ini telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 118 miliar. Namun, dari dua pancang yang dibangun menimbulkan persoalan. Khususnya, pancang yang terletak di sisi jalan pendekat Samarinda Seberang.

Nah, Selasa lalu, 4 orang dimintai keterangan oleh tim khusus ini. Salah satunya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, HM Taufik Fauzi yang diperiksa sejak pukul 11 siang. Pria berambut putih itu pun usai diperiksa sekitar pukul 5 sore. Namun, saat hendak dikonfirmasi seputar pemeriksaan dirinya Taufik justru menghindari awak media. “Nanti saja dek, saya capek 6 jam diperiksa,” ucapnya singkat bergegas menuju mobilnya.

Ketua Tim Satgassus Marcelo Bellah yang ditemui awak media menunjukkan sifat serupa saat menyidik dugaan korupsi hibah KONI Samarinda beberapa waktu lalu. “Kami hanya menjalankan tugas. Bukan bagian kami untuk publikasinya. Apalagi masih dalam penyelidikan,” ucapnya. Senada, Kajari Samarinda, I Putu Gede Sudharma pun menuturkan hal serupa.

“Kami disini hanya menyediakan tempat untuk pemeriksaan dan memanggil beberapa pihak yang diperiksa,” katanya. Putu pun hanya menyebutkan pemeriksaan yang dilakukan sejak 21 Juni lalu itu berjumlah 10 orang saksi.

Dua hari berselang, Kamis lalu, giliran konsultan perencana dari PT Perentjana Djaja yang diperiksa. Yang hadir untuk memberikan keterangan ialah Effendi, team leader bidang teknis. Pukul 3 siang selepas diperiksa, Effendi pun menerangkan jika diperiksa seputar Detail Engineering Demand (DED) yang dibuatnya. Dalam DED tersebut desain pemasangan pancang diperkirakan sedalam 40 meter dari dasar sungai Mahakam. Namun, terdapat permasalahan di sisi Samarinda Seberang yang ternyata memiliki kedalam sekitar 60 meter. “Ini kan masalah alam. Kami juga tak menyangka dasar batu padasnya lebih dalam dari sisi satunya,” akunya.

Karena permasalahan itu, salah prediksi itu diperlukan anggaran baru lagi. Karena hal ini Pemprov pun harus kembali menggelontorkan anggaran lebih.
Informasi yang dihimpun KALTIM Weekly, kerucut penanganan yang dilakukan Tim Gedung Bundar ini seputar kesalahan perencana pemasangan pancang tersebut juga menelusuri alasan Pemprov menerima pembangunan yang gagal tersebut sebagai aset pemerintah dari pihak rekanan. (Robayu, Samarinda)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:27

Mengawal Titah Jokowi

Kapasitas Kejaksaan Benua Etam tengah disorot kala Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-56, 22 Juli lalu. Refleksi…

Senin, 18 Juli 2016 10:53

Tipikor Rasa Samarinda

Kinerja Adhyaksa Kota Tepian memberantas korupsi terus dinanti pegiat antirasuah. Jelang Hari Bakti…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:47

Rasuah KNPI dan Folder Siap Gulir

Penanganan dua kasus korupsi polder Gang Indra dan salah guna hibah KNPI Samarinda terus menjadi sorotan.…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:46

Siasat untuk Perkara Tunggakan

Langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim mengentaskan korupsi terus dinanti para pegiat antirasuah.…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:46

Dua Hibah Satu Makelar

Dua perkara salah guna hibah yang bergulir di Pengadilan Tipikor Samarinda menemui titik buntu. Majelis…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:44

Bau Rasuah Bernilai Gemuk di Jembatan Kembar

TIM khusus Gedung Bundar, sebutan untuk Kantor Kejaksaan Agung, kembali hadir di Kota Tepian. Rasuah…

Senin, 27 Juni 2016 09:58

Jadi Tersangka, Ketua KNPI Ini Keluarkan Jurus Sakit

LANGKAH Kejaksaan Negeri Samarinda untuk menyilang pendapat dengan saksi kunci dari perkara salah guna…

Senin, 27 Juni 2016 09:56

Kursi Panas Penilep Hibah

DUA perkara penilep hibah garapan Polresta Samarinda bergulir beriringan di Pengadilan Tipikor Samarinda.…

Senin, 20 Juni 2016 11:01

Gilincir Konsultan di Proyek Rumah

ADHYAKSA Benua Etam kembali memetik satu perkara penyidikannya. Kolaborasi bersama Adhyaksa di kabupaten/kota…

Senin, 20 Juni 2016 10:59

Bersiap Mengadu Jasno-Harman

ANGGOTA legislatif  Kota Tepian terjerembab  dalam pusaran korupsi salah guna hibah KNPI Samarinda…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .