KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

HUKUM

Senin, 20 Juni 2016 10:58
Menebar Kembali Jaring Tersangka

PROKAL.CO, ENAM tersangka sudah terjaring dalam korupsi Polder Gg Indra. Adhyaksa Kota Tepian belum puas dengan jumlah gemuk tersebut. Mereka masih ingin memanen tersangka lain.

Sejak Selasa pekan lalu, Kejaksaan Negeri Samarinda kembali memanggil beberapa saksi yang berkaitan dengan salah satu perkara tunggakannya, yakni Korupsi Polder Gg Indra. Pemanggilan ini bukan untuk merangkumkan berkas enam tersangka yang telah ditetapkan Februari lalu. Tapi untuk pengembangan lebih lanjut tersangka dalam perkara yang menghabiskan anggaran senilai Rp 1,761 miliar di 2007 silam.

“Dari gelar perkara sebelumnya ditemukan potensi tersangka lain selain yang ditetapkan,” ungkap Abdul Muis Ali, Kasi Pidsus Kejari Samarinda yang ditemui di ruang kerjanya.

Sejauh ini, Kejari mengerucutkan penyidikan pada pembebasan lahan tahap III yang terjadi di 2007 silam. Di tahap tersebut, proses pembayaran lahan baru dilakukan setelah menggunakan dana talangan pihak ketiga.

Bukti-bukti salah bayar yang dilakukan Pemkot Samarinda kepada 6 pemilik lahan dengan luas total 7116 meter persegi senilai Rp 1,6 miliar pun telah digenggam. Bukti itu kian matang dengan adanya putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang menyatakan dokumen warkah tanah tersebut dimanipulatif dan divonisnya dua orang kuasa pemilik lahan M Fadli dan Adrian alias Atung. “Selain itu, proses sosialisasinya pun tak lengkap,” urai Muis lebih lanjut.

Indikasi penyimpangan tersebut tentunya melibatkan banyak pihak baik dari pemkot dan pemilik lahan. Sehingga kejaksaan pun kembali mengincar oknum yang memiliki andil dari proses pembayaran tersebut. “Yang namanya korupsi ‘kan tak mungkin terbangun sendiri. Tentunya ada beberapa pihak yang berperan. Makanya kami masih menelisik lebih dalam siapa saja yang berperan selain tersangka yang telah kami tetapkan,” paparnya.

Sejauh ini ada enam tersangka yang telah ditetapkan. Pertama, Busrani, mantan Kassubag Agraria Bagian Perkotaan Samarinda pada Juli 2015 lalu. Kemudian berkembang dengan menetapkan 5 tersangka lainnya di Februari lalu, yakni M Fadli, Adrian Alias Atung, Juru Ukur BPN Samarinda M Yusuf, salah seorang pemilik lahan, Adha Wijaya dan Darmansyah, mantan Kasubag Administrasi Bagian Perkotaan Setkot Samarinda.

Penyidikan yang kembali mengembang ini pun tak ayal membuat beberapa mantan pejabat teras kala pembebasan lahan pengendali banjir ini pun kembali hadir di markas Kejari Samarinda untuk diperiksa. Semisal mantan Sekdakot Samarinda, Fadli Illa. Lalu, mantan Staf Ahli dan Kadis Perhubungan Samarinda yang sempat tersandung kasus korupsi gardu induk PLN Cabang Samarinda, Hamka Halex dan Supriadi Semta. Adapula, mantan Camat Samarinda Ulu Edi Mariansyah dan mantan Lurah Air Putih, Jumri.

Tak hanya itu, para tersangka yang telah ditetapkan pun kembali dipanggil yakni, Darmansyah, M Fadli, Adrian Alias Atung, Adha Wijaya dan M Yusuf.
Selesai diperiksa, Darmansyah dan Supriadi Semta mengaku tak begitu banyak dicecar pertanyaan oleh penyidik. Keduanya hanya memberikan keterangan tambahan seputar pembayaran tersebut. “Saya tak tau detailnya. Karena anggaran ada dibagian saya. Karena dokumennya lengkap dan telah ditandatangani semua pihak makanya saya cairkan,” jelas Darmansyah.

“Apalagi saya memang ada memerintahkan anggota tim dampak sosial untuk mengecek ke lapangan,” Supriadi Semta menimpal keterangan rekannya. Kala itu, Supriadi Semta ialah Kabag Perkotaan Setkot Samarinda.
Sehari berselang, Rabu pekan lalu, giliran Fadli Illa yang diperiksa. Mengenakan kemeja kuning bermotif tribal yang dipadu dengan celana kain hitam, Fadli Illa yang diperiksa sekitar 2 jam lamanya enggan berkomentar baik soal pemerikaannya kali ini ataupun tentang kicauan Darmansyah yang mengaku mendapat perintah dari dirinya untuk menyerahkan sepenuhnya proses pembebasan kepada Busrani. “Saya tak mau komentar dik. Maaflah,” ucapnya singkat menuruni anak tangga.

Di waktu berbeda, masih di hari yang sama. Najamuddin pelapor perkara ini sekaligus pemilik lahan seluas 3700 meter persegi yang terbagi menjadi 3 Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan nomor 2096-2098 itu turut diperiksa.
Selepas diperiksa pria paruh baya itu mengaku hanya menjelaskan soal lahan yang dimilikinya sejak 1989 silam. “Lahan itu semula milik keluarga istri saya (Norsiah) dan diwariskan ke kami,” akunya.

Dari warisan itu, dirinya mendapat SHM Nomor 2.097 dan selang beberapa tahun barulah mereka mengubah warkah tanah tersebut atas nama mereka. “Tapi, kami sempat pindah ke luar kota dan baru balik di 2008 lalu. Setahun berselang baru kami tahu kalau tanah kami dijual ke pemkot,” jelasnya. Tak terima, Najamudin pun menyeret persoalan ini ke ranah hukum. “Bisa dilihat kan perkara ini bergulir dan nyatanya telah ada tersangka,” katanta. (Robayu, Samarinda)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:27

Mengawal Titah Jokowi

Kapasitas Kejaksaan Benua Etam tengah disorot kala Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-56, 22 Juli lalu. Refleksi…

Senin, 18 Juli 2016 10:53

Tipikor Rasa Samarinda

Kinerja Adhyaksa Kota Tepian memberantas korupsi terus dinanti pegiat antirasuah. Jelang Hari Bakti…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:47

Rasuah KNPI dan Folder Siap Gulir

Penanganan dua kasus korupsi polder Gang Indra dan salah guna hibah KNPI Samarinda terus menjadi sorotan.…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:46

Siasat untuk Perkara Tunggakan

Langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim mengentaskan korupsi terus dinanti para pegiat antirasuah.…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:46

Dua Hibah Satu Makelar

Dua perkara salah guna hibah yang bergulir di Pengadilan Tipikor Samarinda menemui titik buntu. Majelis…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:44

Bau Rasuah Bernilai Gemuk di Jembatan Kembar

TIM khusus Gedung Bundar, sebutan untuk Kantor Kejaksaan Agung, kembali hadir di Kota Tepian. Rasuah…

Senin, 27 Juni 2016 09:58

Jadi Tersangka, Ketua KNPI Ini Keluarkan Jurus Sakit

LANGKAH Kejaksaan Negeri Samarinda untuk menyilang pendapat dengan saksi kunci dari perkara salah guna…

Senin, 27 Juni 2016 09:56

Kursi Panas Penilep Hibah

DUA perkara penilep hibah garapan Polresta Samarinda bergulir beriringan di Pengadilan Tipikor Samarinda.…

Senin, 20 Juni 2016 11:01

Gilincir Konsultan di Proyek Rumah

ADHYAKSA Benua Etam kembali memetik satu perkara penyidikannya. Kolaborasi bersama Adhyaksa di kabupaten/kota…

Senin, 20 Juni 2016 10:59

Bersiap Mengadu Jasno-Harman

ANGGOTA legislatif  Kota Tepian terjerembab  dalam pusaran korupsi salah guna hibah KNPI Samarinda…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .