KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

MASKULIN

Senin, 20 Juni 2016 10:54
Kenalan dengan Gamayel, Guyon Ala Polisi yang "Serempet-Serempet" Korps
MEI MAHATHIR GAMAYEL

PROKAL.CO, SURAT dari Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta membuat Mei Mahathir Gamayel galau. Surat itu berisi pemindahan tugas dari Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) ke Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Balikpapan. Jika dirinya galau, itu lantaran dia belum mengerti tugas yang akan dijalaninya di satuan tersebut.

Selama tiga bulan ini, Juara III Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 6 ini bertugas mengawasi jam berkunjung tahanan di Mapolres Balikpapan. Sepuluh tahun ke belakang, waktunya dihabiskan dengan bertugas di Satuan Lalu Lintas (Satlantas). Sehingga kegalauan yang bercampur dengan kebingungan itu muncul saat pertama kali menerima surat pemindahan awal Juni lalu.

"Suratnya sih sudah diterima minggu lalu. Pindahnya baru hari Rabu (8/6). Berarti baru dua hari bertugas di sini (Satbinmas)," ucap pria berpangkat Bripka itu di ruangan Satbinmas Polres Balikpapan, Jumat (10/6) lalu.

Seiring dengan kepindahannya, perasaan galau dan bingung itu sirna. Gamayel mencoba belajar dan mencari tahu, apa tugasnya di Satuan barunya itu. Dan akhirnya pria  berpostur tinggi  itu merasa tugasnya di Satbinmas sejalan dengan hobinya. Yakni membawakan materi humor di panggung Stand Up Comedy.

Terlebih lagi dengan prestasinya yang baru dicapainya pada kompetisi pelawak tunggal tingkat nasional. Ia menduga itulah yang membuat pimpinannya menginginkan dirinya memaksimalkan bakatnya di Satuan yang sesuai dengan kemampuannya.

Dunia Stand Up comedy telah dilakoninya sejak tahun 2011. Gamayel  bergabung dengan komunitas Stand Up Comedy Balikpapan. Di komunitas itulah dia mengasah kemampuannya membawakan materi lawak tunggal.  Gamayel sendiri belajar stand up comedy secara autodidak dengan  menonton aksi sejumlah komika di YouTube. Tak hanya itu, sharing pengalaman dengan komika di komunitas dan komika nasional pun sering dia lakukan.

Sehingga kemampuannya terus bertambah. Hingga akhirnya mencoba menambah kemampuan lewat kompetisi lokal hingga tingkat nasional. Salah satunya dengan ikut dalam kompetisi Stand Up Comedy berskala nasional, yakni Street Comedy Jakarta pada 2013 lalu. Dia menjadi salah satu finalis yang berhasil mewakili Kalimantan.

Walaupun tak menyabet juara, Gamayel tak langsung putus asa. Pengalamannya membawakan materi kepada ribuan pengunjung di ajang tersebut menjadi bekalnya untuk  ikut audisi SUCI 4 di Surabaya pada tahun 2014. Namun saat itu, Dewi Fortuna belum berpihak kepadanya. Tahun selanjutnya, pada 2016, Gamayel kembali mencoba peruntungan audisi di kota yang sama. Akhirnya dia pun lolos menjadi finalis SuCI 6 dan berhasil menyabet Juara III di kompetisi yang menelurkan komika andal tingkat nasional itu.

Selama mengikuti kompetisi SUCI 6, Gamayel setiap minggunya, yakni pada Selasa pagi sekira pukul 05.00 Wita, dia sudah harus berangkat ke Jakarta. Dua hari dia harus masuk ke kelas karantina untuk mempelajari ilmu stand up comedy yang dilanjutkan dengan menjajal materinya di panggung. Baru pada hari Kamis, dia pulang ke Balikpapan untuk kembali bertugas. Dia menyempatkan waktu untuk mencoba materi yang akan dibawakan di panggung SUCI 6 di hadapan komunitas pada Kamis, Jumat, dan Sabtu malam. Hal itu dilakukannya untuk mengetes tema dan laugh per menit (LPM) penonton dari SUCI 6.

Di karantina, Gamayel pun kembali memperdalam materi dengan comedy buddy --- istilah untuk mentor --- yakni Tretan Muslim, Coki, dan Barry yang juga alumni SUCI. Hal itu dilakukan untk menyesuaikan perbedaan kultur antara penonton Balikpapan dan  Jakarta sangat berbeda.

Gamayel pun sempat dijanjikan akan diberi hadiah oleh Kapolres Balikpapan jika menjuarai SUCI 6. Walaupun tidak berhasil juara satu, dia berhasil mendapat juara. “Sempat dijanjiin mau di kasih hadiah, tapi sekarang belum (diberi hadiah),” ucapnya sembari terkekeh.
Kejenuhan juga kerap melanda dirinya selama lebih dari tiga bulan mengikuti SUCI 6. Waktu penyusunan materi yang diforsir sering membuatnya lelah dan menimbulkan rasa malas. Namun hal itu coba diatasi dengan mengingat kembali tujuannya mengikuti kompetisi tersebut. Di mana dirinya mampu mengalahkan ribuan orang yang mengikuti kompetisi tersebut.

Materi lawak yang dibawakannya selalu berbau dunia kepolisian. Dia mencoba mengkritisi institusi tempatnya bertugas secara umum, seperti perilaku oknum polisi nakal selama menjalankan tugas. Diakuinya, pada awal membawakan materi berbau sensitif tersebut, Gamayel sempat mendapat pertentangan.

Namun hal tersebut tak berlangsung lama, karena materi lawak mengenai keresahannya terhadap perilaku oknum polisi nakal disampaikan sesuai dengan fakta. Tujuan menyampaikan fakta tersebut bukan menjatuhkan institusi Polri, namun untuk memperbaiki lewat Stand Up Comedy. Alhasil, suami dari Yulianasari itu pun mendapat dukungan dari Kapolres Balikpapan hingga pimpinan tertinggi di Mabes Polri.

Tindakannya mengkritisi oknum polisi nakal pun diapreasi positif oleh masyarakat. Kepada dirinya, masyarakat lebih terbuka untuk mencurahkan segala uneg-uneg terhadap institusi Polri. Apresiasi itu didapatnya tidak hanya di dunia nyata, namun juga di dunia maya melalui media sosial yang ada. “Ada yang mention (di Twitter), "Kalau polisinya semuanya seperti Pak Gamayel, aman ini Indonesia". Kayak gitu," ucapnya menceritakan hal tersebut.

Pria kelahiran Balikpapan, 30 Mei 1984 ini memiliki keinginan untuk membawa materi yang dibawakannya ke jenjang yang lebih luas. Salah satunya dengan menggelar tur Stand Up Comedy keliling Indonesia dengan alumni SUCI 6 lainnya. Keinginan itu akan dia coba realisasikan usai Lebaran atau tahun mendatang.

Gamayel ingin tur dengan teman-teman komika lainnya diselenggarakan secepatnya dengan mengambil wilayah Kalimantan sebagai tempat perdana penyelenggaraan tur, seperti Banjarmasin, Samarinda, Kukar. Keinginan lainnya dari Gamayel adalah membuat pertunjukan Stand Up Comedy sendiri secara gratis yang dikhususkan kepada kalangan pelajar yang mengangkat tema free sex dan narkoba sesuai dengan tugasnya yang fokus pada pembinaan masyarakat. “Tinggal nunggu sponsor aja,” selorohnya sembari tertawa.

Gamayel juga berharap pola-pola penyuluhan pembinaan masyarakat dapat dibawakan secara atraktif melalui Stand Up comedy. Karena selama ini, berkaca dari kegiatan penyuluhan yang ada, kebanyakan para peserta tidak menyimak materi penyuluhan dari pihak kepolisian. Sehingga imej polisi dari dulunya ditakuti dan disegani menjadi disenangi oleh masyarakat.
RIKIP AGUSTANI



BACA JUGA

Senin, 25 Juli 2016 10:47

MENOLAK JOB

SEMANGAT dan kegigihan di dunia modelling mengantarkan nama gadis cantik ini menjadi model andal. Bermodal…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:43

Mudik Menyenangkan

SEMAKIN mendekati akhir Ramadan, publik mulai tidak sabar menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri. Tidak…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:47

Lebih Tenang, Tetap Gaya

KEPUTUSAN yang sangat berat bagi kebanyakan perempuan untuk memutuskan menggunakan jilbab atau hijab.…

Senin, 27 Juni 2016 09:55

Ngabuburit Produktif

Tasia Salsabila tidak mau berleha-leha selama puasa. Banyaknya job pemotretan dan syuting membuatnya…

Senin, 20 Juni 2016 10:56

Momen Kumpul Bareng

BANYAK orang yang mengubah rutinitasnya selama puasa, misalnya memperbanyak waktu istirahat atau tidur.…

Senin, 13 Juni 2016 10:05

Ramadan Colour Full

BULAN Ramadan menjadi sarana terbaik bagi banyak orang untuk meng-upgrade keimanan. Namun, satu hal…

Senin, 13 Juni 2016 10:03

Misteri Kematian Sang Pangeran

 PRINCE dikenal sebagai sosok misterius sepanjang hidupnya. Sepekan setelah ditemukan tewas di…

Sabtu, 04 Juni 2016 10:43

Miris Foto Bugil Diperjualbelikan

FENOMENA foto bugil belakangan merebak di Kota Samarinda. Hobi mengunggah kemolekan tubuh sepertinya…

Sabtu, 28 Mei 2016 10:21

Sinar Biduan Samarinda

SIAPA bilang biduan tidak bisa jadi terkenal dan sukses? Siapa bilang penyanyi dangdut elekton hanya…

Senin, 23 Mei 2016 09:58

Jatuh Bangun

TAK akan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia. Demikianlah peribahasa yang dapat menggambar…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .