KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

POLITIK

Senin, 20 Juni 2016 10:45
Said-Rita Tunda Pesta
RITA WIDYASARI

PROKAL.CO, DUA kandidat dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kaltim, Said Amin dan Rita Widyasari tampaknya masih harus bersabar dan menunda pesta perayaan kemenangan. Sebab Musda yang digadang-gadang terlaksana Jumat 10 Juni 2016 lalu kembali harus ditunda oleh DPP. Belum diketahui pasti yang menjadi alasan DPP Golkar sehingga menundanya. Padahal jadwal pelaksanaan Musda Golkar Kaltim bersamaan dengan 14 DPD Golkar Provinsi lainnya se-Indonesia itu juga keputusan DPP.
Hal itu dibenarkan Plt ketua DPD Golkar Kaltim Andi Sofyan Hasdam. Dia mengaku mengikuti rapat di DPP, dan menghasilkan putusan Musda Kaltim bersama 14 DPD Golkar se-Indonesia lainnya ditunda. Namun Sofyan masih enggan menyebutkan tanggal penundaan. Namun menurut sumber di internal Golkar, penundaannya tertanggal 25 Juni nanti.  Meski ada juga yang menyebut setelah Idulfitri
"Keputusannya memang ditunda. Ya alasan DPP, masih ada beberapa hal yang menurut DPP dibenahi. Makanya ditunda dulu untuk Musda 14 DPD Golkar se-Indonesia termasuk Kaltim," katanya.
Disinggung soal penundaan dikarenakan kubu Rita yang keberatan komposisi kepanitian yang berat sebelah, Hasdam membantah. Seperti dikabarkan  Amir P Ali akan jadi ketua pengarah (SC) dan Arafat Zulkarnain yang menjadi ketua panitia pelaksananya (OC). Amir dan Arafat jamak diketahui adalah orang dekat dari Said Amin.
Sofyan Hasdam menyatakan soal ini tak dibahas dalam rapat DPP. Bahkan mantan Walikota Bontang dua periode ini mengaku tak mengetahui Amir dan Arafat menduduki posisi SC dan OC di kepanitiaan Musda Golkar Kaltim.
"Nah, saya malahan tidak tahu soal itu. Mungkin saja isu nama-nama yang mencuat untuk diusulkan menduduki posisi SC dan OC. Itu sah-sah saja, tidak ada masalah. Tapi sudah lah, ini kan juga Musdanya masih ditunda, kita lihat nantilah," terangnya.
Rita Widyasari ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya keputusan apapun kepada DPP. Jikapun ke depan dirinya tak terpilih sebagai ketua DPD Golkar Kaltim, maka artinya dirinya belum dikehendaki.
"Ya harus menerima apapun yang menjadi keputusannya. Kalau saya dari awal memang siap menang dan siap kalah," ujarnya dengan tegas.
Lantas jika tak terpilih sebagai ketua Golkar, apakah tetap akan mencalonkan diri sebagai kandidat Gubernur di Pilgub Kaltim 2018? Rita masih enggan membicarakan Pilgub. Dia menjawab hanya singkat. "Soal itu nanti ya kita bicarakannya," ujarnya.
Informasi berkembang, Rita akan menempuh jalur independen atau perseorangan jika seandainya Golkar tak memilih dia sebagai Cagub nantinya. Itu telah dibuktikan puteri mantan Bupati Kukar itu ketika dia mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Kukar 2015 lalu. Faktanya diamemenangkan Pilbup Kukar dengan telak. (HAI)


BACA JUGA

Minggu, 20 September 2015 00:17

Carolus: APBD Tidak Prorakyat Harus Ditolak

<p>&nbsp;DIREKTUR SM kebijakan publik Kelompok Kerja (Pokja) 30 Kaltim Carolus Tuah menilai,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .