KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

POLITIK

Sabtu, 04 Juni 2016 10:45
Pilgub Kaltim, Nama Kandidat Pengganti Awang Faroek Mulai Ramai
TEMAN HADI: Tagline Teman Ahok diadopsi oleh Hadi Mulyadi dengan membuat tagline serupa “Teman Hadi” -- salah satu calon gubernur Kaltim yang telah mulai menyosialisasikan diri.

PROKAL.CO, class="p1">PEMILIHAN Gubernur (Pilgub) Kaltim masih akan digelar 2018 mendatang. Namun kasak-kasuk figur pengganti Gubernur Kaltim saat ini Awang Faroek Ishak sudah mulai terdengar. Bahkan ada di antaranya yang terang-terangan menyatakan akan maju di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Lembaga survei dan konsultan politik nasional Jaringan Suara Indonesia (JSI) pernah merekam, sedikitnya ada tujuh nama yang layak maju. 

Mereka adalah Wakil Gubernur Kaltim saat ini Mukmin Faisyal, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widayasari, mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) Isran Noor, mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam, mantan Bupati Berau Makmur HAPK, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, serta mantan Walikota Balikpapan Imdaad Hamid.

Survei mereka itu berdasarkan pengalaman, kekuatan finansial, dukungan masyarakat dan beberapa alasan lainnya sehingga sembilan nama itu muncul ke permukaan.

Namun ternyata kesembilan nama itu ada yang tereliminasi dengan sendirinya. Sebut saja Mukmin Faisyal, imbas dari pencopotan dirinya sebagai ketua DPD Golkar Kaltim, Mukmin kemudian terhapus dari daftar figur tersebut. Begitupula dengan Imdaad Hamid, karena faktor usia senja yang tak memungkinkan lagi buat mantan Walikota Balikpapan dua kali itu untuk mencalonkan.

Kini justru muncul beberapa nama lagi. Yakni Hadi Mulyadi. Anggota DPR RI dapil Kaltim ini bahkan sudah secara terang-terangan menyatakan siap maju kendati melalui jalur independen. Dia pun sudah mendeklrasikan diri bertajuk "teman Hadi" beberapa waktu lalu.

Kemudian ada lagi Farid Wadjdy. Mantan Wakil Gubernur Kaltim periode pertama Awang Faroek Ishak ini pun kembali menyatakan diri akan maju. Dengan kekuatan dan basis Nahdlatul Ulama (NU), Farid yakin bisa mendulang suara di Pilgub Kaltim 2018 nanti. Gubernur Awang Faroek pun terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Farid.

Dalam kesempatan acara Ikatan Alumni PMII, Awang menyebut Farid sudah layak menjadi Gubernur dan layak untuk didukung oleh IKA PMII yang tak lain badan otonom dari NU.

"Orang NU harus dukungan kader NU. Nah Pak Farid ini sudah punya pengalaman bersama saya selama lima tahun. Saya pikir patut kita dukung di Pilgub Kaltim nanti," ujar Awang.

Menurutnya, dia telah melakukan pengkaderan. Dan itu terlihat seperti Irianto Lambrie yang kini menjadi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) yang diklaimnya merupakan hasil binaanya. 

“Alhamdulillah kader–kader saya semuanya jadi contoh Irianto Lamrie itu murid saya. Jadi pejabat yang saya bina sekarang jadi Gubernur. Isran Noor terpeleset itu juga kader tapi sayangnya sudah baik–baik jadi ketua partai kok mundur jadi bupati juga mundur. Nah Pak Farid ini juga saya pikir mampu dan bisa," terangnya.

Mendapat dukungan itu, Farid mengatakan, dirinya pun menyatakan diri siap maju. Namun dia belum mengetahui, apakah majunya itu melalui jalur partai politik ataupun independen. 

"Kita lihat nanti. Tapi bahwa saya siap maju, saya siap untuk maju. Insya Allah pasti akan ada jalannya, tinggal kemauan dan tekad kita semua saja lagi," ujarnya.

Nama lain yang muncul, Walikota Samarinda Syaharie Jaang. Meskipun banyak pihak memprediksikan akan mendampingi Rita Widyasari sebagai calon wakil Gubernurnya, namun belakangan diinformasikan, Jaang ingin maju sendiri. Modal ketua DPD Demokrat Kaltim dan kemenangannya di Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda, disebut-sebut menjadi alasan dia untuk maju sendiri.

Bupati Kukar Rita Widysari juga pernah dikonfirmasi. Dia menyatakan kesiapannya untuk maju, kendati nantinya harus melalui jalur independen. Persaingan dirinya memperebutkan kursi ketua DPD Golkar Kaltim saat ini, memaksa dirinya untuk mempersiapkan beberapa rencana jika akhirnya tak harus menggunakan perahu partai politik Golkar.

"Kalau kesiapan untuk maju sebagai Cagub, saya siap. Tapi ini kan masih akan kita lihat apakah pakai Golkar atau tidak. Tapi kan jalur independen bisa. Yang jelas saya siap untuk maju," ujarnya singkat.

Fenomena suksesi jelang Pilgub Kaltim 2018 menurut pengamat politik Prof Sarosa Hanungpranoto adalah hal yang biasa dalam setiap Pilkada akan digelar. Dan dengan banyaknya figur yang bermunculan, patut diapresiasi dan membanggakan. "Selama ini kan kita khawatir, setelah Pak Awang Faroek, tidak ada kader. Eh ternyata banyak, ini bagus untuk demokrasi kita, karena masyarakat akan banyak pilihan," katanya.

Menurutnya, pengalaman, kekuatan finansial, dukungan masyarakat dan beberapa alasan lainnya akan sangat bersaing nantinya. "Mereka semua orang hebat dan terbaik. Jadi siapapun yang terpilih diantara mereka, maka mereka akan mampu memimpin Kaltim ini setelah Awang Faroek Ishak," tandasnya. 

KHAIDIR


BACA JUGA

Minggu, 20 September 2015 00:17

Carolus: APBD Tidak Prorakyat Harus Ditolak

<p>&nbsp;DIREKTUR SM kebijakan publik Kelompok Kerja (Pokja) 30 Kaltim Carolus Tuah menilai,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .