KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

MASKULIN

Sabtu, 04 Juni 2016 10:43
Miris Foto Bugil Diperjualbelikan

Feny Pramasella, Duta Wisata 2015

PROKAL.CO, class="p1">FENOMENA foto bugil belakangan merebak di Kota Samarinda. Hobi mengunggah kemolekan tubuh sepertinya sudah menjadi tren untuk dipamerkan di akun medsos pribadi. Namun, bukan berarti hal itu gampang dilakukan. Selain akan mendapat hujatan dari para netizen, tentu si pengunggah akan berurusan dengan kepolisian.

Melihat fenomena itu, Duta Wisata Samarinda 2015, Feny Pramasella merasa miris. Menurutnya, hal itu sangat bertentangan dengan budaya Indonesia dan harus dihilangkan. Sebab bukan hanya masa depan yang dipertaruhkan, tapi juga harga diri sendiri dan kedua orangtua.

Ditemui di sela-sela pemotretan, Feny menjelaskan bagaimana sebaiknya pergaulan di Samarinda. Mahasiswi Psikologi Universitas Mulawarman ini mengatakan jika perempuan harus menjaga harga diri. Sebab perempuan akan menjadi seorang ibu yang mendidik anak-anaknya kelak.

“Melihat fenomena belakangan ini memang miris sekali. Hanya karena uang 100 ribu rupiah, seorang perempuan rela mempertontonkan foto-foto bugilnya pada laki-laki. Hal itu adalah kesalahan besar, karena akan berpengaruh pada masa depan si pelaku itu sendiri,” kata gadis yang hobi berenang ini.

Feny melihat, alasan faktor ekonomi yang terhimpit adalah alasan si pelaku dalam memasarkan foto-fotonya. Bagi Feny, untuk mendapatkan uang yang halal tidak harus mempertontonkan hal yang seharusnya menjadi privasi. Selain itu, uang dapat dicari dengan bekerja. Pekerjaan paling tren dan gampang saat ini adalah online shop, jadi kata Feny tidak ada alasan kalau mencari uang itu susah.

“Faktor ekonomi itu kan hanya alasan. Banyak kok pekerjaan yang bisa dilakukan. Mencari uang itu sulit, iya memang. Tapi kalau niat yang halal, dapatnya juga pasti nikmat. Tidak perlu merusak masa depan begini,” sebut pemilik tinggi 168 cm dan berat 47 kg ini.

Ketika berita soal peredaran foto bugil itu marak, Feny juga ikut sedih. Bagi Feny perempuan sebaiknya tetap mempertahankan kehormatannya, tidak perlu melakukan hal-hal bodoh untuk menjadi pusat perhatian. “Ketika dia bangga mememerkan foto-fotonya, itu sudah menandakan ada yang tidak beres dengan dia. Demikian pula dengan pergaulannya, lingkungan yang dia gauli adalah lingkungan yang harus diperbaiki, dan tentunya dia harus disadarkan,” jelas Feny.

Terlebih saat ini, kecanggihan gadget yang mendukung untuk mengabadikan foto beragam pose juga harus dijaga dengan baik. Bagi Feny, saat ini, para pemegang gadget harus lebih cerdas dalam menggunakannya. “Nah, ini kalau mau bicara gadget memang manusianya yang harus mengerti dengan cerdas bagaimana menggunakan gadget. Jangan sampai disalahgunakan. Sebab gadget itu rentan hilang, kalau hilang apapun isinya bisa diketahui orang,” jelasnya.

Seperti yang terjadi pada seorang DJ Samarinda yang menjadi korban pemerasan oleh mantan pacarnya sendiri, Feny melihat ada keteledoran yang terjadi. Bagi Feny tidak perlu menjadikan gadget sebagai alat menyimpan rahasia pribadi termasuk foto dengan balutan busana yang tidak sedap dipandang mata.

“Berita soal DJ ini memang aku belum baca, tapi buatku kalau ada tindak pemerasan yang dilakukan oleh mentan sendiri. Nah, ini termasuk kasus keteledoran. Mau apapun yang kita lakukan saat ini harus hati-hati, apalagi seorang DJ muda yang notabene bergaul dengan dunia malam. Jangan sampailah kita itu bisa dijebak,” ujarnya.

Demikian pula dirinya yang bekerja sebagai model, tentu Feny sangat membatasi diri dalam bergaul. Baginya boleh berteman dengan siapa saja, tapi kita bisa memilih dengan siapa kita akan bergaul lebih dekat. “Kalau aku sendiri, memang aktivitas model itu kan harus lebih smart dan tidak boleh sombong. Di sini aku menempatkan diri sebagai teman untuk siapa saja, tapi tidak untuk hal-hal yang tidak baik,” sebutnya.

Dalam berpenampilan pun Feny sangat berhati-hati, dia tidak mau menggunakan pakaian yang terlalu terbuka walau terkadang pekerjaan harus membuatnya tampil seksi. “Aku selalu menolak berpakaian terbuka. Model itu kan tidak harus tampil seksi. Apalagi sejak menjadi duta wisata, aku semakin menjaga penampilan karena budaya Indonesia adalah adat ketimuran,” sebutnya. YOVANDA

 


BACA JUGA

Sabtu, 30 Juli 2016 11:26

Jurus Penangkis “Modus”

SEDIANYA kampus menggelar ospek dengan tujuan membantu mahasiswa baru menjalani masa transisi dari sekolah…

Senin, 25 Juli 2016 10:47

MENOLAK JOB

SEMANGAT dan kegigihan di dunia modelling mengantarkan nama gadis cantik ini menjadi model andal. Bermodal…

Senin, 18 Juli 2016 10:51

Dangdut Berkonsep Jepang

PRESTASI gemilang pemuda Samarinda harus diacungi jempol. Tak hanya di bidang pendidikan dan budaya,…

Sabtu, 09 Juli 2016 19:43

Mudik Menyenangkan

SEMAKIN mendekati akhir Ramadan, publik mulai tidak sabar menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri. Tidak…

Sabtu, 02 Juli 2016 19:47

Lebih Tenang, Tetap Gaya

KEPUTUSAN yang sangat berat bagi kebanyakan perempuan untuk memutuskan menggunakan jilbab atau hijab.…

Senin, 27 Juni 2016 09:55

Ngabuburit Produktif

Tasia Salsabila tidak mau berleha-leha selama puasa. Banyaknya job pemotretan dan syuting membuatnya…

Senin, 20 Juni 2016 10:56

Momen Kumpul Bareng

BANYAK orang yang mengubah rutinitasnya selama puasa, misalnya memperbanyak waktu istirahat atau tidur.…

Senin, 20 Juni 2016 10:54

Kenalan dengan Gamayel, Guyon Ala Polisi yang "Serempet-Serempet" Korps

SURAT dari Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta membuat Mei Mahathir Gamayel galau. Surat itu…

Senin, 13 Juni 2016 10:05

Ramadan Colour Full

BULAN Ramadan menjadi sarana terbaik bagi banyak orang untuk meng-upgrade keimanan. Namun, satu hal…

Senin, 13 Juni 2016 10:03

Misteri Kematian Sang Pangeran

 PRINCE dikenal sebagai sosok misterius sepanjang hidupnya. Sepekan setelah ditemukan tewas di…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .