KALTIM WEEKLY | UTAMA | POLITIK | HUKUM | MASKULIN | LEADER | WAWANCARA | LAPORAN KHUSUS

POLITIK

Sabtu, 23 April 2016 10:24
Figur Alternatif Pemersatu Golkar
KELENGKETAN ARB: Ketua Umum Kosgoro 1957 Aziz Syamsudin, Rita Widyasari, dan Bowo Sidik Pangarso

PROKAL.CO, class="p1">PEREBUTAN posisi ketua DPD I Partai Golkar Kaltim antara Said Amin dan Rita Widyasari terus menjadi pembicaraan hangat, dan bahkan tiada habisnya. Apalagi hingga saat ini setelah Musyawarah Daerah (Musda) deadlock, DPP Golkar yang diserahi amanat untuk melanjutkan Musda tak kunjung ada kejelasan.

Bermacam-macam kabar atau informasi pun berseliweran. Baru-baru saja, kabarnya Said Amin sudah ditunjuk dan bahkan mengantongi SK sebagai ketua DPD I Golkar Kaltim tersebut. Namun kemudian kabar itu ditepis Plt sekretaris Andi Sofyan Hasdam. Rita pun dikabarkan telah mengantongi SK yang sama, kendati kemudian Rita sendiri membantahnya, dengan mengatakan, Musda masih deadlock, sehingga tidak mungkin DPP sudah memutuskan sesuatu tanpa mencabut Musda yang deadlock dengan menghadirkan seluruh peserta Musda.

"Musdanya saja masih deadlock, bagaimana mungkin DPP sudah mengeluarkan SK. Yang jelas semuanya masih belum. DPP masih belum mengagendakan Kaltim, DPP masih sibuk dengan persiapan Munas," kata Rita belum lama ini.

Wakil ketua DPD I Golkar Kaltim Dahri Yasin menyatakan hal yang sama. Menurutnya, Kaltim masih dalam daftar antrean panjang untuk diagendakan dibahas DPP. Pasalnya, Musda deadlock itu tak hanya Kaltim. Beberapa daerah lain juga ada yang deadlock dan dilanjutkan Musdanya oleh DPP.

"Belum, yang jelas kita tunggu saja. Yang jelas DPP pasti akan membahasnya atau akan ada keputusan siapa ketua DPD I Golkar Kaltim sebelum Munas dilaksanakan," ujar Dahri.

Silang pendapat dan saling berlawanannya antara Said dan Rita, santer kini terdengar, DPP justru sedang mencari figur "kuda hitam" selain seteru Said dan Rita tersebut. Figur pemersatu di antara keduanya dan mampu membawa Golkar Kaltim ke depannya mempertahankan sebagai pemenang Pemilu di Kaltim. DPP beranggapan, kedua seteru itu tak bisa disatukan sama lain. Jika salah satunya saja terpilih, maka bersiap kubu lainnya untuk 'digusur" dari Golkar.

Hal itu kemudian sangat menjadi pertimbangan DPP, dikarenakan Golkar ke depan tak boleh terpecah lagi. Sudah cukup adanya dualisme Golkar di tingkat Pusat selama ini, jangan sampai di daerah mengalami hal yang sama, dan akhirnya suara Golkar di Pemilu tergerus dengan kesibukan mengurusi masalah dualisme itu saja.

Pengamat politik Prof Sarosa Hamongpranoto menilai, memang saat ini dibutuhkan figur ketua Golkar Kaltim yang diterima oleh semua pihak. Sehingga menjadi pemersatu imbas dari dualisme di tingkat nasional selama ini. Dikhawatirkan jika Golkar dipimpin bukan dari figur pemersatu itu, Golkar di Pemilu nanti turun suaranya karena rakyat menilai Golkar bermasalah.

"Saya tidak mau terjebak antara Said dan Rita ya, tapi buat saya, Golkar Kaltim sepeninggal Pak Mukmin, memang harus dipimpin seorang figur pemersatu dan diterima oleh kedua belah pihak berseteru. Mungkin saja kuda hitam di antara keduanya (Said dan Rita, red), adalah pilihan terbaik untuk menjawab semua permasalahan Golkar selama ini," ujarnya.

Atau bisa jadi, lanjutnya, Said dan Rita saling berkomitmen, jika terpilih maka keduanya tetap mengakomodasi satu sama lain. "Memang Golkar punya suara tersendiri di Pemilu, tapi jika seteru-seteru ini terus dipertontonkan kepada masyarakat khususnya konstituen Golkar, lambat laun konstituen itu akan lari dan akhirnya suara Golkar menurun di Pemilu nanti," ujarnya.

Untuk diketahui, kedua seteru (Said dan Rita) memang tak bisa dipersatukan. Informasinya, keduanya pernah dipertemukan untuk berbagi "peran" supaya Golkar tidak terpecah. Ketika itu, Said ditunjuk sebagai ketua DPD I Golkar Kaltim, Rita ketua harian plus nantinya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Rita yang akan diusung sebagai Calon Gubernur (Cagub) Golkar.

Negoisasi itu tak bisa terwujud. Baik Said maupun Rita sama-sama tidak mau, dan menginginkan Musda tetap digelar dengan menampilkan kekuatan masing-masing. Oleh karena itulah, akhirnya DPP menyekor sidang alias deadlock, supaya perseteruan dimaksudkan dapat dikendalikan oleh DPP. 

MUHAMMAD KHAIDIR


BACA JUGA

Senin, 27 Juni 2016 09:53

Kursi Panas Pimpinan Dewan

SATU dari 3 kursi wakil ketua DPRD Kaltim yang selama ini dijabat kader Partai Demokrat Andi Faisal…

Senin, 20 Juni 2016 10:49

Kaltim Bangkrut, Cagub Pasang Badan

PERTUMBUHAN ekonomi Kaltim terkontraksi minus dengan perkiraan mencapai 1,6 persen. Kaltim terancam…

Senin, 20 Juni 2016 10:45

Said-Rita Tunda Pesta

DUA kandidat dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kaltim, Said Amin dan Rita Widyasari tampaknya…

Sabtu, 23 April 2016 10:24

Figur Alternatif Pemersatu Golkar

PEREBUTAN posisi ketua DPD I Partai Golkar Kaltim antara Said Amin dan Rita Widyasari terus menjadi…

Sabtu, 16 April 2016 10:23

Pemenang Musda Versi Iklan

MUSYAWARAH Daerah (Musda) DPD Golkar Kaltim telah memutuskan Said Amin sebagai ketua Golkar Kaltim menggantikan…

Sabtu, 16 April 2016 10:22

Dua Kutub Masih Pede

Perseteruan dua kutub yakni Said Amin dan Rita Widyasari untuk memperebutkan kursi ketua DPD I Golkar…

Minggu, 03 April 2016 10:34

Jenggot Naga Menjemput Takdir

Said dan Rita boleh jadi bersaing menakhodai Golkar yang tampaknya bakal bermuara pada Pilgub Kaltim…

Selasa, 22 Maret 2016 11:43

Pilihan Said atau Rita

Laju Rita Widyasari yang diprediksi bakal mulus merebut nakhoda ketua DPD I Golkar Kaltim bakal tertahan.…

Selasa, 22 Maret 2016 11:22

Jalan Buntu Status Hukum Bankaltim

PERUBAHAN status badan hukum Perusahaan Daerah (Perusda) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim atau selama…

Selasa, 22 Maret 2016 11:18

Ikat Pinggang dan Pemotongan 35 Persen

IMBAS dari krisis ekonomi berkepanjangan, membuat beberapa pihak harus mengencangkan ikat pinggang.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .